Surat Terbuka Untuk Pak Presiden
![]() |
| Pak jokowi (Sumber Google) |
Dear Pak Pres
Semoga bapak dalam keadaan yang sehat walafiat
tidak kekurangan suatu apapun, walaupun saya tahu akhir-akhir ini kepala
bapak agak cekit cekit karena beberapa isu nasional yang selalu
menyudutkan bapak. Selain itu ada beberapa kritikus yang mulai
memberikan nilai merah di pemerintahan bapak. Di tambah lagi lawan-lawan
politik bapak sering melakukan manuver-manuver cantik untuk menyerang
pemerintahan bapak. Tapi saya yakin bapak bukanlah laki laki lemah
lunglai apalagi lemah gemulai.disini
saya tidak akan menghujat bapak, karena saya tahu tidak ada manfaatnya
menghujat bapak, wong bapak juga tidak akan dengar kalau saya hujat.
Saya hanya ingin memberikan apresiasi pada bapak dan kabinet kerja,
karena belum ada setahun sudah bnyak sekali masalah yang keluar, kalau
meminjam istilah "organisasi yang muncul masalah berarti organisasi itu
hidup", maka berarti kabinet yang bapak pimpin aktif dan bekerja dengan
baik, hanya saya yo kalau bisa masalah yang muncul tidak boleh lebih
banyak dari solusinya pak, kan kasian rakyat kita pak, eh maksut saya,
rakyat bapak.
Akhir-akhir ini sayup sayup saya dengar harga beras sempat
melambung, dan menurut berita yang saya baca di salah satu surat kabar,
bahkan bapak tidak mendapat laporannya, mengetahui hal tersebut disitu kadang saya merasa
asu. kok bisa-bisanya presiden tidak dilapori perihal penting yang
mnyangkut hajat hidup orang banyak itu, wong kalau saya kehabisan uang
di kos-kosan saja langsung lapor bapak saya. "Pak putro waras artho
telas" (pak anak sehat uang habis) ngunu pak. Tapi saya yakin bapak
selalu bisa mengatasi situasi, dan saya sudah melihatnya sendiri saat
bapak menyelesaikan kasus KPK vs Polri, bapak dengan wajah tirus yang
terlihat capek yang tidak dibuat-buat, memberikan keputusan yang disanjung
banyak pihak. Walaupun sepertinya ibu suri bapak terlihat tidak senang.
Ini menandakan bahwa bapak sebenarnya bisa bersikap sebagai negarawan
bukan petugas partai, jangan takut pak rakyat di belakang bapak. Tapi
apapun, bapak adalah presiden kami, jadi walaupun pusing nyut nyutan,
bapak harus tetap sehat. Pokok e selalu bahagialah pak. Biar kami
bahagianya belakangan saja.
Suwun


0 komentar: