Cerita Mas Kikuk : Hape Tai dalam Persoalan Sembada Pangan
Namanya Kikuk
Cahyadi lelaki berusia 23 tahun lulusan teknik elektro yang tinggal disalah
satu desa di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Postur tubunya sedang, tidak terlalu
tinggi juga tidak pendek. Badannya agak membungkuk. Rambutnya lurus dan selalu
memakai kacamata minus dengan frame kacamata berwarna hitam. Selepas lulus
kuliah sebenarnya Kikuk diterima di perusahaan BUMN di Kota Jakarta. Namun orang
tuanya melarang pergi. Alasannya kedua orang tua sudah tua dan adik perempuannya Si Mawar masih SMA. Sehingga tidak mau di tinggal jauh oleh anak sulungnya.
Atas kondisi
terebut, Kikuk akhirnya membuka sebuah kios bengkel elektronik disebelah rumahnya.
Ia menawarkan perbaikan alat-alat elektronik yang rusak pada penduduk desa
untuk dia perbaiki. Hasilnya lumayan, karena memang dasarnya dia lulusan Teknik
elektro dan juga passionnya mengotak-atik alat elektronik. Sudah dua tahun Kikuk
membuka bengkel dan semua pelanggannya rasa-rata puas terhadap kinerja Kikuk. Hidup
kikuk berjalan seperti biasa. Satu hal yang membuat hidupnya menjadi tidak biasa adalah seseorang bernama Agus Rahmadi, kawan
masa kecilnya yang sekarang menjadi guru Bahasa Indonesia di desa mereka.
Salah satu kejadian yang tidak akan dilupakan oleh Kikuk adalah sebegai berikut; Suatu hari Agus ingin men-service hapenya yang
jatuh saat sedang buang hajat.
“Assalamualaikum
Kuk” Teriak Agus sambil berjalan kearah kios.
“Waalaikumsalam,
kenapa Gus?” Jawab Kikuk sambal membetulkan kacamata tebalnya.
“Ini hapeku
kecemplung air, bisa diperbaiki ndak?”Tanya Agus memberikan Hape nya
ke Kikuk.
“Coba sini liyat.” Sambil melihat-lihat hape Agus yang masih setengah basah, kikuk menimang-nimangnya dan membolak-balikan hape tersebut. Kikuk mencium aroma tidak enak dari Hape itu. “kaya bau Tai” gumam Kikuk dalam hati.
“Gus ini hape
kok cat nya udah luntur ya, pada kuning-kuning gini casingnya”Tanya Kikuk penasaran karena aroma tai dari hape itu makin menyengat.
Agus yang
ditanya pura-pura tidak dengar sambil memainkan peralatan service Kikuk.
“Gus, ini hapemu
kok bau tai sih” Kikuk akhirnya berani menanyakan.
Sambil meringis
Agus menjawab “Iya Kuk, itu hapeku jatuh di WC pas lagi setoran”.
“Asu,,,,!” Umpat
Kikuk sambil melempar hape tersebut ke meja servicenya. “berarti itu
kuning-kuning bukan cat luntur, tapi taimu!”.
“hehehe,, iya
Kuk, tapi gak papa kok, udah kering.” jelas Agus sambil tetap prengas-prenges.
“Matamu!, bersihin
dulu..!”Kata Kikuk dengan jengkel sambil keluar kios untuk cuci tangan.
Agus cuma
tertawa sambil mengelap hepe kesayangannya menggunakan kain basah. “Kuk,
katanya kalo hape kena air itu harus ditaruh diberas biar airnya keluar semua”tanya Agus sambil tetap tertawa.
“Katanya sih begitu”
Jawab Kikuk sekenanya, dia masih jengkel dengan Agus.
Kikuk kembali
mengerjakan perbaikan radionya pak RT dan mencueki Agus. Merasa dicueki, Agus
pun basa basi. “Rumah kok sepi Kuk, orang tuamu kemana? Mawar dirumah nggak?”tanya Agus.
Kikuk yang masih
kesal cuma diam seribu bahasa. Melihat hal tersebut Agus langsung nyelonong
masuk rumah Kikuk. Karena memang Agus sudah dikenal oleh orang tua Kikuk. Maka
Kikuk pun membiarkan Agus masuk rumahnya. Sekitar 10 menit kemudian Agus keluar.
“Nggak ada orang
dirumahmu, ya sudah aku pamit dulu Kuk. Aku mau ngelesi muridku”kata Agus sambil
pergi meninggalkan kikuk yang masih sibuk dengan pekerjaanya.
Waktu menunjukan
pukul 4 sore. Waktunya kikuk menutup kiosnya dan masuk rumah untuk makan dan
sholat ashar. Kebetulan orang tuanya sudah pulang dari sawah dan sudah
menyiapkan makanan. Selepas sholat ashar, ia mengambil piring dan mulai makan.
“Mak, kalo masak
nasi tuh yang mateng dong, pakai air bersih”protes Kikuk setelah memasukan
sendok pertama kemulut dan mengunyahnya.
“Tiati cangkemmu Kuk, mamak masak itu pakai air bersih kok. Walaupun jelek-jelek gini mamak itu
dulu waktu muda duta CTPS”sahut Mamaknya sewot.
“CTPS apaan Mak?”
Tanya kikuk.
“Haish, Sarjana
kok nggak tahu CTPS. Mahasiswa cap opo. CPTS iku Cuci Tangan Pakai Sabun” Jelas
Mamaknya.
Kikuk Cuma bisa
mesem saja. Tiba-tiba Mamak menghampiri Kikuk yang sedang makan, sambil membawa
sesuatu. “Kuk, tadi mamak nemu hape di karung beras waktu mau masak nasi buat
kamu. Hapenya mati sih, casingnya juga sudah luntur catnya kuning-kuning. Kamu
bisa perbaiki nggak buat Mamak?” Tanya Mamak antusias.
Mak deg, jantung
Kikuk serasa berhenti sambil memperhatikan hape yang dipegang mamaknya. Mukanya
memerah menahan amarah sambil berkata lirih, “Agus Bajingan.!”. Segera Kikuk
menaiki vespa antiknya menuju rumah Agus dengan aura membunuh yang sangat kuat.
(Ini adalah seri pertama dari beberapa seri tulisan mengenai cerita Mas Kikuk. Nantikan seri berikutnya)

Agus mana,agus??? ðŸ¤
BalasHapusHahahahaha
BalasHapus