Cerita Mas Kikuk : Hape Tai dalam Persoalan Sembada Pangan

17.50 lewatengah 2 Comments


Namanya Kikuk Cahyadi lelaki berusia 23 tahun lulusan teknik elektro yang tinggal disalah satu desa di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Postur tubunya sedang, tidak terlalu tinggi juga tidak pendek. Badannya agak membungkuk. Rambutnya lurus dan selalu memakai kacamata minus dengan frame kacamata berwarna hitam. Selepas lulus kuliah sebenarnya Kikuk diterima di perusahaan BUMN di Kota Jakarta. Namun orang tuanya melarang pergi. Alasannya kedua orang tua sudah tua dan adik perempuannya Si Mawar masih SMA. Sehingga tidak mau di tinggal jauh oleh anak sulungnya.

Atas kondisi terebut, Kikuk akhirnya membuka sebuah kios bengkel elektronik disebelah rumahnya. Ia menawarkan perbaikan alat-alat elektronik yang rusak pada penduduk desa untuk dia perbaiki. Hasilnya lumayan, karena memang dasarnya dia lulusan Teknik elektro dan juga passionnya mengotak-atik alat elektronik. Sudah dua tahun Kikuk membuka bengkel dan semua pelanggannya rasa-rata puas terhadap kinerja Kikuk. Hidup kikuk berjalan seperti biasa. Satu hal yang membuat hidupnya menjadi tidak biasa adalah seseorang bernama Agus Rahmadi, kawan masa kecilnya yang sekarang menjadi guru Bahasa Indonesia di desa mereka.

Salah satu kejadian yang tidak akan dilupakan oleh Kikuk adalah sebegai berikut; Suatu hari Agus ingin men-service hapenya yang jatuh saat sedang buang hajat.

“Assalamualaikum Kuk” Teriak Agus sambil berjalan kearah kios.

“Waalaikumsalam, kenapa Gus?” Jawab Kikuk sambal membetulkan kacamata tebalnya.

“Ini hapeku kecemplung air, bisa diperbaiki ndak?”Tanya Agus memberikan Hape nya ke Kikuk.

“Coba sini liyat.” Sambil melihat-lihat hape Agus yang masih setengah basah, kikuk menimang-nimangnya dan membolak-balikan hape tersebut. Kikuk mencium aroma tidak enak dari Hape itu. “kaya bau Tai” gumam Kikuk dalam hati.

“Gus ini hape kok cat nya udah luntur ya, pada kuning-kuning gini casingnya”Tanya Kikuk penasaran karena aroma tai dari hape itu makin menyengat.

Agus yang ditanya pura-pura tidak dengar sambil memainkan peralatan service Kikuk.

“Gus, ini hapemu kok bau tai sih” Kikuk akhirnya berani menanyakan.

Sambil meringis Agus menjawab “Iya Kuk, itu hapeku jatuh di WC pas lagi setoran”.

“Asu,,,,!” Umpat Kikuk sambil melempar hape tersebut ke meja servicenya. “berarti itu kuning-kuning bukan cat luntur, tapi taimu!”.

“hehehe,, iya Kuk, tapi gak papa kok, udah kering.” jelas Agus sambil tetap prengas-prenges.

“Matamu!, bersihin dulu..!”Kata Kikuk dengan jengkel sambil keluar kios untuk cuci tangan.

Agus cuma tertawa sambil mengelap hepe kesayangannya menggunakan kain basah. “Kuk, katanya kalo hape kena air itu harus ditaruh diberas biar airnya keluar semua”tanya Agus sambil tetap tertawa.

“Katanya sih begitu” Jawab Kikuk sekenanya, dia masih jengkel dengan Agus.

Kikuk kembali mengerjakan perbaikan radionya pak RT dan mencueki Agus. Merasa dicueki, Agus pun basa basi. “Rumah kok sepi Kuk, orang tuamu kemana? Mawar dirumah nggak?”tanya Agus.

Kikuk yang masih kesal cuma diam seribu bahasa. Melihat hal tersebut Agus langsung nyelonong masuk rumah Kikuk. Karena memang Agus sudah dikenal oleh orang tua Kikuk. Maka Kikuk pun membiarkan Agus masuk rumahnya. Sekitar 10 menit kemudian Agus keluar.

“Nggak ada orang dirumahmu, ya sudah aku pamit dulu Kuk. Aku mau ngelesi muridku”kata Agus sambil pergi meninggalkan kikuk yang masih sibuk dengan pekerjaanya.

Waktu menunjukan pukul 4 sore. Waktunya kikuk menutup kiosnya dan masuk rumah untuk makan dan sholat ashar. Kebetulan orang tuanya sudah pulang dari sawah dan sudah menyiapkan makanan. Selepas sholat ashar, ia mengambil piring dan mulai makan.

“Mak, kalo masak nasi tuh yang mateng dong, pakai air bersih”protes Kikuk setelah memasukan sendok pertama kemulut dan mengunyahnya.

“Tiati cangkemmu Kuk, mamak masak itu pakai air bersih kok. Walaupun jelek-jelek gini mamak itu dulu waktu muda duta CTPS”sahut Mamaknya sewot.

“CTPS apaan Mak?” Tanya kikuk.

“Haish, Sarjana kok nggak tahu CTPS. Mahasiswa cap opo. CPTS iku Cuci Tangan Pakai Sabun” Jelas Mamaknya.

Kikuk Cuma bisa mesem saja. Tiba-tiba Mamak menghampiri Kikuk yang sedang makan, sambil membawa sesuatu. “Kuk, tadi mamak nemu hape di karung beras waktu mau masak nasi buat kamu. Hapenya mati sih, casingnya juga sudah luntur catnya kuning-kuning. Kamu bisa perbaiki nggak buat Mamak?” Tanya Mamak antusias.

Mak deg, jantung Kikuk serasa berhenti sambil memperhatikan hape yang dipegang mamaknya. Mukanya memerah menahan amarah sambil berkata lirih, “Agus Bajingan.!”. Segera Kikuk menaiki vespa antiknya menuju rumah Agus dengan aura membunuh yang sangat kuat.

(Ini adalah seri pertama dari beberapa seri tulisan mengenai cerita Mas Kikuk. Nantikan seri berikutnya)

You Might Also Like

2 komentar: