Cerita Mas Kikuk : Siluman Kera Sakti

19.41 lewatengah 2 Comments


Malam itu Liga Champion mempertemukan Barcelona melawan Liverpool di babak Semi-Final. Tentu saja bagi Kikuk, Bapak dan Agus hal ini tidak boleh dilewatkan. Mereka bertiga adalah hooligan local. Kalau sudah soal sepakbola mereka bisa membahas siapa lebih jago antara Christian Ronaldo dan Messi sehari semalam.

Agus adalah fans berat Barcelona, sedangkan Bapak jelas seorang Liverpudlian sejati. Bapak selalu bercerita masa-masa kejayaan Liverpool dimasa lalu saat Bapak masih muda dan berbahaya. Kikuk sendiri sebenarnya adalah fans Manchester United, namun karena MU sekarang sedang turun performa, Kikuk lebih banyak diam. Daripada menjadi bahan bully Bapak dan Agus.

Pertandingan dimainkan jam 2 malam. Sejak siang, Agus sudah psy war dengan Bapak. “Pak Bud, nanti malam kayanya Liverpool bakal kalah banyak deh, kaya di leg 1” ucap Agus mengejek.

Sebagai liverpudlian sejati, tentu bapak tidak terima. “Kamu itu belum tahu kekuatan Liverpool sesungguhnya Gus. Jadi diam saja udah, di leg pertama itu Liverpool lagi nggak fit aja” jelas Bapak.

“Tapi berat Pak Bud, leg pertama sudah kalah 3-0, berarti nanti malam Liverpool harus menang 4-0 Pak Bud. Lha yok berat itu Pak Bud” lanjut Agus. “Real madrid aja yang dulu masih punya Cristiano Ronaldo belum pernah ngalahin Barcelona lebih dari 3-0 loh Pak Bud. Apalagi Liverpool”jelas Agus panjang lebar.

Bapak tentu saja makin panas. Walaupun dalam batin bapak mengamini analisa Agus soal pertandingan nanti malam. “Halah, ndak usah banyak omong Gus, buktikan wae nanti malam. Kalo Liverpool kalah tak kasih uang, tapi kalo Liverpool menang kamu gendong aku keliling desa, wani nggak?” tantang Bapak.

Kikuk dan Agus kaget mendengar tantangan itu, mereka berpandangan. “Berapa Pak Bud uangnya? tanya Agus. “Rp.200.000” jawab Bapak singkat.

“Kuk lumayan juga kuk, bisa buat jalan-jalan sama Yuli” kata Agus pada Kikuk.  Kikuk cuma diam lalu berkata kepada Bapak “Pak, ndak dipikir dulu, emg bapak punya uang 200 ribu?” tanya Kikuk.

“Udah diam aja kamu Kuk, ada tadi Bapak nemu uang 200 ribu di jog vespa” kata Bapak emosi.

Muka Kikuk langsung masam. Ia sadar uang yang dimaksut Bapaknya adalah uang hasil servis seminggu lalu yang disimpannya di vespa antik. Tidak bisa berkata-kata lagi, Kikuk tahu siapapun yang menang dalam taruhan ini, tetap saja dia yang kehilangan uang 200 ribu.

“Okey Pak Bud, deal…!!” ucap Agus girang. Melihat peluangnya, berat memang bagi Liverpool buat bisa menang 4-0 nanti malam. Agus merasa uang 200 ribu sudah ada ditangannya. Dia sudah membayangkan makan mie ayam bareng Yuli di warung Pak Jo dengan uang tersebut.

“Okey, nanti malam jangan telat, bawa kopi sama camilan” kata Bapak sambil masuk rumah.

“Siap Pak Bud” jawab Agus.

 Malamnya, pukul 11 malam Agus sudah datang ke rumah Kikuk. Sambil membawa kopi instan dan kacang rebus. Sampai dirumah Kikuk, ia mengendap-endap sampai diteras rumah. Tiba-tiba Mawar keluar.

“Eh Mas Agus, Mawar pikir siapa, mau nonton bola ya? Udah ditunggu tuh sama Mas Kikuk didalam” kata Mawar.

“Iya Dek Mawar. Dek Mawar belum tidur?” Tanya Agus.

“Tadinya sudah, tapi Mawar dengar ada suara, Mawar pikir maling. Ternyata Mas Agus”Jawab Mawar sambil masuk rumah.


Tepat jam 2 pagi kick off dimulai. Agus dan Kikuk cenderung santai menikmati pertandingan. Bapak gelisah Liverpool ditekan oleh Barcelona. Namun sampai babak kedua menit ke 80 justru Bapak yang semakin santai menikmati pertandingan dan Agus yang gelisah. Skore menunjukan 3-0 untuk Liverpool. Hanya butuh satu gol lagi bagi Liverpool masuk ke Final.

Dan diakhir babak kedua sebelum peluit tanda pertandingan berakhir ditiup, Liverpool berhasil menceploskan satu gol penentu kemenangan kegawang Barcelona. Bapak girang bukan main, melompat-lompat. Sedang Agus menunduk lesu. Uang 200 ribu yang sudah hampir pasti dia genggam kini hangus.

“Hahahaha….Piye Guus, kandani kok, ini baru Liverpool Gus” kini ganti Bapak membuly Agus habis-habisan.

Agus cuma diam saja sambil melipat wajah. “Ayok Gus… Sesuai taruhan kita, kamu harus gendong aku keliling desa” kata Bapak menagih hadiah kemenangannya.

“Pak Bud, ini sudah malam loh. Apa ndak sebaiknya besok aja” kilah Agus berusaha membujuk Bapak.

“Oh, ndak bisa, janji adalah janji Gus. Ayook” Bapak berkata sambil menarik Agus keluar. Melihat kejadian ini Kikuk hanya tertawa saja.

Maka dini hari itu juga, Agus menepati janji taruhannya. Menggendong bapak berkeliling desa.


Pagi harinya, Pak RT datang ke Kios Kikuk untuk mengambil radio kesayangannya yang sedang diservice. “Mas Kikuk, Desa kita itu sudah tidak aman sekarang” kata Pak RT.

“Tidak aman kenapa Pak?” tanya Kikuk. 

“Semalam beberapa warga melihat siluman berjalan-jalan di desa kita. Badannya tinggi membungkuk, wajahnya agak tua, trus suaranya kaya orang ngos-ngosan. Kira-kira siluman apa ya Mas?” cerita Pak RT antusias.

Sambil menahan tawa Kikuk menjawab “Oh, itu siluman Kera Sakti kalah taruhan Pak.”

You Might Also Like

2 komentar:

  1. Wkwkkk... lha si ibu yg lagi angkat senjata kmrn dimana mas. 🤣 perange sudah selesai tah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereka sudah rekonsiliasi,,, sudah damai,, hahaha

      Hapus