Cerita Mas Kikuk : Siluman Kera Sakti
Malam itu Liga Champion mempertemukan Barcelona melawan Liverpool di babak Semi-Final. Tentu
saja bagi Kikuk, Bapak dan Agus hal ini tidak boleh dilewatkan. Mereka bertiga
adalah hooligan local. Kalau sudah soal sepakbola mereka bisa membahas siapa
lebih jago antara Christian Ronaldo dan Messi sehari semalam.
Agus adalah fans
berat Barcelona, sedangkan Bapak jelas seorang Liverpudlian sejati. Bapak
selalu bercerita masa-masa kejayaan Liverpool dimasa lalu saat Bapak masih muda
dan berbahaya. Kikuk sendiri sebenarnya adalah fans Manchester United, namun
karena MU sekarang sedang turun performa, Kikuk lebih banyak diam. Daripada menjadi
bahan bully Bapak dan Agus.
Pertandingan
dimainkan jam 2 malam. Sejak siang, Agus sudah psy war dengan Bapak. “Pak
Bud, nanti malam kayanya Liverpool bakal kalah banyak deh, kaya di leg 1” ucap
Agus mengejek.
Sebagai
liverpudlian sejati, tentu bapak tidak terima. “Kamu itu belum tahu kekuatan Liverpool
sesungguhnya Gus. Jadi diam saja udah, di leg pertama itu Liverpool lagi nggak
fit aja” jelas Bapak.
“Tapi berat Pak Bud, leg pertama sudah kalah 3-0, berarti nanti malam Liverpool harus menang 4-0 Pak
Bud. Lha yok berat itu Pak Bud” lanjut Agus. “Real madrid aja yang dulu masih
punya Cristiano Ronaldo belum pernah ngalahin Barcelona lebih dari 3-0 loh Pak
Bud. Apalagi Liverpool”jelas Agus panjang lebar.
Bapak tentu saja
makin panas. Walaupun dalam batin bapak mengamini analisa Agus soal
pertandingan nanti malam. “Halah, ndak usah banyak omong Gus, buktikan wae nanti
malam. Kalo Liverpool kalah tak kasih uang, tapi kalo Liverpool menang kamu gendong
aku keliling desa, wani nggak?” tantang Bapak.
Kikuk dan Agus kaget
mendengar tantangan itu, mereka berpandangan. “Berapa Pak Bud uangnya? tanya
Agus. “Rp.200.000” jawab Bapak singkat.
“Kuk lumayan
juga kuk, bisa buat jalan-jalan sama Yuli” kata Agus pada Kikuk. Kikuk cuma diam lalu berkata kepada Bapak “Pak,
ndak dipikir dulu, emg bapak punya uang 200 ribu?” tanya Kikuk.
“Udah diam aja kamu Kuk, ada tadi Bapak nemu uang 200 ribu di jog vespa” kata Bapak emosi.
“Udah diam aja kamu Kuk, ada tadi Bapak nemu uang 200 ribu di jog vespa” kata Bapak emosi.
Muka Kikuk
langsung masam. Ia sadar uang yang dimaksut Bapaknya adalah uang hasil servis seminggu
lalu yang disimpannya di vespa antik. Tidak bisa berkata-kata lagi, Kikuk tahu
siapapun yang menang dalam taruhan ini, tetap saja dia yang kehilangan uang 200
ribu.
“Okey Pak Bud,
deal…!!” ucap Agus girang. Melihat peluangnya, berat memang bagi Liverpool buat
bisa menang 4-0 nanti malam. Agus merasa uang 200 ribu sudah ada ditangannya. Dia
sudah membayangkan makan mie ayam bareng Yuli di warung Pak Jo dengan uang
tersebut.
“Okey, nanti malam
jangan telat, bawa kopi sama camilan” kata Bapak sambil masuk rumah.
“Siap Pak Bud”
jawab Agus.
Malamnya, pukul 11 malam Agus sudah datang ke
rumah Kikuk. Sambil membawa kopi instan dan kacang rebus. Sampai dirumah Kikuk, ia mengendap-endap sampai diteras rumah. Tiba-tiba Mawar keluar.
“Eh Mas Agus,
Mawar pikir siapa, mau nonton bola ya? Udah ditunggu tuh sama Mas Kikuk didalam”
kata Mawar.
“Iya Dek Mawar. Dek Mawar belum tidur?” Tanya Agus.
“Iya Dek Mawar. Dek Mawar belum tidur?” Tanya Agus.
“Tadinya sudah,
tapi Mawar dengar ada suara, Mawar pikir maling. Ternyata Mas Agus”Jawab Mawar
sambil masuk rumah.
…
Tepat jam 2 pagi
kick off dimulai. Agus dan Kikuk cenderung santai menikmati pertandingan. Bapak
gelisah Liverpool ditekan oleh Barcelona. Namun sampai babak kedua menit ke 80 justru Bapak yang semakin santai menikmati pertandingan dan Agus yang gelisah. Skore
menunjukan 3-0 untuk Liverpool. Hanya butuh satu gol lagi bagi Liverpool masuk
ke Final.
Dan diakhir babak
kedua sebelum peluit tanda pertandingan berakhir ditiup, Liverpool berhasil
menceploskan satu gol penentu kemenangan kegawang Barcelona. Bapak girang bukan
main, melompat-lompat. Sedang Agus menunduk lesu. Uang 200 ribu yang sudah hampir
pasti dia genggam kini hangus.
“Hahahaha….Piye
Guus, kandani kok, ini baru Liverpool Gus” kini ganti Bapak membuly Agus habis-habisan.
Agus cuma diam
saja sambil melipat wajah. “Ayok Gus… Sesuai taruhan kita, kamu harus gendong aku
keliling desa” kata Bapak menagih hadiah kemenangannya.
“Pak Bud, ini
sudah malam loh. Apa ndak sebaiknya besok aja” kilah Agus berusaha membujuk Bapak.
“Oh, ndak bisa, janji
adalah janji Gus. Ayook” Bapak berkata sambil menarik Agus keluar. Melihat kejadian
ini Kikuk hanya tertawa saja.
Maka dini hari
itu juga, Agus menepati janji taruhannya. Menggendong bapak berkeliling desa.
…
Pagi harinya, Pak
RT datang ke Kios Kikuk untuk mengambil radio kesayangannya yang sedang diservice. “Mas Kikuk, Desa kita itu sudah tidak aman sekarang” kata Pak RT.
“Tidak aman
kenapa Pak?” tanya Kikuk.
“Semalam beberapa warga melihat siluman berjalan-jalan
di desa kita. Badannya tinggi membungkuk, wajahnya agak tua, trus suaranya kaya
orang ngos-ngosan. Kira-kira siluman apa ya Mas?” cerita Pak RT antusias.
Sambil menahan
tawa Kikuk menjawab “Oh, itu siluman Kera Sakti kalah taruhan Pak.”

Wkwkkk... lha si ibu yg lagi angkat senjata kmrn dimana mas. 🤣 perange sudah selesai tah.
BalasHapusMereka sudah rekonsiliasi,,, sudah damai,, hahaha
Hapus