Warsito Dalam Bingkai Asmara
Cerita ini sudah cukup lama
mengendap dalam sanubariku, dan kini aku coba untuk menuangkannya,
Semuanya bermula beberapa tahun lalu, disebuah ruang kelas SMA di sebuah
kota di Jawa Tengah, Warsito, pemuda kampung berambut ikal dan kulit
sawo matang khas Indonesia, dan wajah yang njawani buanget, ceritanya
naksir dengan seorang wanita teman satu kelasnya, namanya Simbar, Mbk
Simbar ini memang idaman laki-laki sekelas tersebut dengan tinggi tubuh
dan berat badan yang proporsional, serta bentuk body yang semlohe,
ditunjang dengan rambut panjang dan kulit kuning langsat persis
penganten gaya basahan solo. Walaupun tidak begitu pintar namun cukuplah
membuat laki-laki di kelas terkintil-kintil. Namun Warsito bukanlah
seperti laki-laki lain yang ada di kelasnya, ia adalah jomblo kualitas
tinggi, 18 tahun belum pernah pacaran, ibarat motor ia masih bungkus
plastik, ditambah tontonannya dia adalah Brat Pitt, Roger Moore, dan
George Clooney, hal ini senantiasa menambah cita rasa elegan dalam diri
warsito, walaupun casing jawa, namun personality eropa. Tidak mau sama
dengan kawan yang lain, Warsito membaca teori percintaan yang di
downloadnya dari situs teman kencan online, setelah membaca dia
menemukan sebuah metode pendekatan yang dia rasa cukup efektif bagi
jenis manusia seperti dirinya.
Oh ya bagi kawan-kawan yang merasa memiliki masalah yang serupa dengan Warsito, bisa mempraktikan cara ini.
Demikian metode yang ditemukan oleh warsito pasca berteori dengan buku percintaanya.
1. Berikan bunga dan sampanye
Bunga merupakan hal yang paling disukai oleh wanita, sedangkan sampanye adalah simbol kemewahan, cara ini biasanya berhasil untuk
mendekati wanita dengan selera tinggi dan menjunjung tinggi hedonisme,
namun bagi anak kos jangan sekali-sekali mencoba metode ini, karena
dipastikan akan menguras kantong, sehingga kalian bisa-bisa makan mie
instan terus dan di usir ibu kos karena uangnya habis buat beli bunga
dan sampanye, mungkin kalau bunga masih sedikit bisa di jangkau, kalau
sampanye harganya bisa mencapai 3 jutaan. bayangkan saja uang segitu
kalau buat beli mie instan, berapa anak kos yang akan terselamatkan di
akhir bulan. Tapi alternatif jika memang tidak bisa membeli bunga dan
sampanye ya kembang abang dan jahe anget ala angkringan cukuplah, toh se
hedonis-hedonisnya wanita, mereka masih bisa merasakan ketulusan.
2.Puisi
Pusi adalah bahasa hati, jadi kalau kamu ingin membahasakan perasaanmu
maka buatlah puisi, lalu biarlah angin membawanya dan menyampaikannya
pada kesunyian untuk disampaikan pada hati wanita pujaanmu. Disamping
murah cara ini tidak kalah romantis dengan bunga, dijamin jika puisimu
itu bagus, maka wanita akan klepek-klepek, namun ingat puisimu itu harus
bagus, buatlah sedikit lebay namun tidak meninggalkan estetika bahasa
dan keluwesan pemilihan diksi yang bagus. setelah dibuat, selipkan di
tas sekolahnya atau berikan secara langsung, dan kalau percaya dirimu
melebihi rasa takutmu untuk di tolak, tempel puisimu di mading.
3.Bernyayi
Ada alasan kenapa vokalis band begitu digilai oleh wanita, karena
mereka bisa nyanyi, sudah menjadi stigma dalam pikiran wanita bahwa
laki-laki yang bisa nyanyi itu cool abisss.... keren poolll.... atau
dalam bahasa pekalongan, Sakporeeee.... ntah apa yang ada di benak
wanita jika melihat laki-laki bernyanyi pasti suka, padahal ya kadang
suaranya tidak bagus-bagus banget. Namun sudahlah, itu tidak perlu diperdebatkan, hanya kaum hawa dan Ariel yang tahu hal itu.
Dari ketiga metode tersebut, Warsito memilih untuk menggunakan metode
ke dua, yaitu puisi, sebab ia tidak bisa menggunakan metode pertama
karena modalnya tidak ada, sedangkan metode ketiga sangat tidak mungkin,
wong Warsito ngentut wae fals opo maneh nyanyi. Setelah menyepi
semalaman ditemani kopi pahit resep simbahnya, Warsito berhasil membuat
sebuah puisi cinta, berjudul "Cintaku tak sepahit kopi simbahku". Judul
ini terinspirasi dari tingkat kepahitan kopi hitam resep turun-temurun
dari mbahnya.
Singkat cerita ia memilih untuk memberanikan diri untuk memberikan puisi buatanya secara langsung kepada mbak Simbar.
"Mbak Simbar, Aku meh ngomong sesuatu iki,"kata warsito
malu-malu."Opo?,"mbak Simbar menimpali dengan wajah heran. mungkin dia
mbatin. iki cah kok ambune sangit nemen yoo, adus e nganggo sabun opo
donge.
"Nek umpamane, umpamane iki lho, umpamane aku menehi puisi gaweanku dewe, sampeyan gelem nrimo pora,"kata warsito ragu-ragu.
Mbak simbar tersenyum, rupanya ia mulai memahami maksud dari lelaki beraroma sangit itu.
Maka mbak simbarpun menjawab."Gelem war, ndelok mrene, endi puisimu,"katanya sambil meminta puisi dari warsito.
Dengan sumringah, Warsito memberikan puisi di tangannya. Mbak simbar
langsung membacanya, dibagaian bawah dari baris puisi tersebut, warsito
ternyata menambahkan kalimat yang membuat mbak simbar berfikir."Sampeyan
gelem pora dadi cem-ceman ku ?," begitu bunyinya.
Cukup lama
berfikir, mbak simbar mempertimbangkan efek psikologis yang akan
diterimanya jika mau menerima pinangan warsito sebagai cem-ceman."Aku gelem war, tapi syarate kowe adus nganggo sabun sing wangi yo, aku
ra pingin pacaran karo wong mambu sangit,"kata mbak Simbar sambil
berlalu pergi.
Warsito hanya mampu cengar-cengir sambil mbatin.
matur nuwun gusti, akhirnya setelah 18 tahun jomblo aku pacaran juga,
walaupun dengan berat hati aku harus menghilangkan kesangitanku ini.
Semoga pembaca yang budiman tidak meminta foto mas Warsito, soalnya tidak ada tustel yang mampu mengabadikan wajahnya, takut membuat anak kecil kena sawan.


0 komentar: