Penjual Bambu dan Perkara Rasa Syukur

21.09 lewatengah 0 Comments


Penjual bambu (source google image)
Dalam agama saya dkatakan bahwa di dalam tubuh manusia ada yang namanya "kalbu" dimna jika ia baik, maka baiklah semua, begitupun sebaliknya. Namun dsni saya tidak akan membahas kalbu, karena ilmu saya belum sampai, saya ingin membahas mengenai rasa syukur yang terkadang terlupa sesaat bahkan terlupa lama (ra nyambung yo ben. ). Adalah Pak Usri, seorang penjual bambu keliling. Ia adalah perwujudan sempurna dari sosok ayah dalam lagunya Ebiet G.Ade. keriput, tua, kurus, namun memiliki tenaga kuda, bagaimana tidak, diusia setengah abad dia masih mampu mndorong gerobak menjajakan bambu. (Saya juga baru tau bambu dijajakam seperti bakso, pakai gerobak), keliling dari kampung ke kampung. 
 Siang itu, saat kepala saya nyut nyutan. Karena ditagih utang oleh kawan saya penyok, Sebetulnya masalah seperti ini sering sekali datang pada saya, dimana pemasukan saya selalu berbanding terbalik dengan pengeluaran saya, sudah saya coba berbagai teori management, tapi tak ada hasil. Hingga saya berpendapat bahwa ilmu management keuangan itu d ciptakan bukan untuk jenis manusia seperti saya. Dengan kondisi kalut itulah saya berjalan-jalan di sekitar rel kereta dekat tempat kos saya, mungkin sudah jalan tuhan atau bagaimana, tiba-tiba penjual bambu bergaya nonformal bernama Pak Usri itu lewat mendorong gerobak bambu dengan keringat bercucuran, tidak tega lantas saya mngeluarkan uang Rp 20 ribu untuk saya berikan, namun di luar dugaan, pak Usri menolak sambil berkata. "Matur nuwun sanget mas, mboten usah. Dinten niki pring kulo mpun bade pajeng, insha Allah saget damel makani anak bojo kulo kalih dinten,"ucapnya dengan wajah sumringah sambil tersenyum. 
Mendengar itu saya tertegun seperti ada kereta apa nabrak otak saya yang bebal karena manageman keuangan yang semrawut tadi. Malu sekali rasanya. Selepas kejadian itu saya berfikir seandainya sikap sederhana dan rasa syukur ini di miliki oleh para pejabat-pejabat asu (baca:koruptor), pasti tidak ada lagi anak-anak tidak sekolah. Kalau saja kesederhanaan dan rasa syukur pak Usri di miliki oleh penguasa-penguasa celeng (baca:koruptor), pasti tidak perlu ada orang meninggal karena tak punya biaya berobat. Terima kasih pak Usri, semoga bambu yang engkau jual itu membawa keberkahan. Dan semoga kesederhanaanmu serta keikhlasan rasa syukurmu mewaris pada putra-putramu dan menjadikan mereka pewaris sesungguhnya dari kesederhanaan yang telah sirna dari bangsa ini. Dan untuk Penyok kawanku, maaf utangmu rung biso tak saur, tunggu aku temukan ilmu manegement yang bisa membuat tiang lebih besar daripada pasak. Suwun

You Might Also Like

0 komentar: