Cara Pikir Wanita Masa Kini

05.46 lewatengah 4 Comments




DUA hari yang lalu, dalam keadan kliengan akibat kebanyakan tidur, saya memutuskan ke warnet, sekedar untuk cari hiburan dan mencari beberapa bahan tugas kuliah. Sudah menjadi hukum bagi anak muda ketika masuk dalam warnet ada  tiga situs yang akan menjadi menu untuk dibuka, yang pertama adalah Facebook-nya mas Mark Zukerberg, kemudian Twitter dan Youtube, baru kemudian ditambahi dengan situs lain, baik yang sudah diblokir maupun yang belum. Namun berhubung saya adalah lelaki yang tidak suka (karena tidak bisa) bermain Twitter, maka hanya ada dua situs yang akan menjadi menu saya pada hari itu. Yang pertama adalah Facebook, setelah mambuka Facebook, saya scrool naik turun layarnya, mencari hal-hal yang mungkin menarik. Setelah puas baru saya tinggalkan. Baru kemudian saya membuka situs berbagi video Youtube. 

Video pertama yang sama cari adalah video dari idola saya, bapak Mario Teguh, maklum, saya adalah MarTegis (Mario Teguhis). Setelah melihat beberapa video, ada sebuah video, dimana suami dari bunda Linna Teguh ini mengatakan. “Saya pikir semua wanita itu mata duitan, ternyata benar,”katanya, dengan disambut dengan tawa audiens. Maklum Mario Teguh memang sangat piawai untuk urusan public speaking dan membawa emosi penonton masuk dalam setiap kata-katanya. Mungkin itu juga tehnik yang digunakannya dalam memikat Bunda Linna Teguh, dan terus terang teknik itu sedang saya tiru dan yang masih saya pelajari hingga kini. 

Kembali ke permasalahan statement mengenai wanita tersebut. Setelah mendengar itu, badan saya menggigil,  kepala saya muter-muter, dan berasa pingin muntah. Ternyata kipas angin di warnet itu tepat menghadap saya, bikin saya masuk angin. Untuk kali ini saya tidak setuju dengan bapak idola saya itu. Mungkin ini kali pertama batin saya bertentangan dengan statemen dari bapak berkepala semi plontos itu. Karena dalam benak saya, wanita itu jauh dari kata mata duitan. Saya memililiki analisis sendiri mengenai cara pikir wanita terhadap pria. Dan saya rasa pak Mario Teguh tidak sampai berfikir kearah ini. Kasian sekali dia… 

Well,, Menurut hemat saya, wanita, terutama yang menempuh pendidikan sarjana memiliki pola pikir yang sangat logis, matematis dan kritis terhadap pria. Mengapa demikian, karena wanita pada dasarnya adalah makhluk dengan pemikiran terkompleks di jagad raya, variable pemikirannya bercabang-cabang, analisanya kuat, namun berdasar pada perasaan dan sedikit menggunakan logika. Namun, bukan berarti tidak logis, justru sangat logis. Sebagai contoh, wanita yang baru lulus Sekolah Menengah Atas, atau yang biasa kita sebut sebagai  gadis, pada masa tersebut, ketika pertama kali masuk dunia perkuliahan strata satu, setelah diospek, laki-laki idaman mereka adalah kakak tingkat mereka yang terlihat keren dan cerdas memakai almamater Universitas, serupa dengan semboyan bahwa mahasiswa adalah agent of change. Para gadis yang masih “baru” ini akan cekikikan, dan mencoba menarik perhatian kakak tingkat mereka. Namun sejatinya dalam otak mereka tersimpan rasa minder yang besar. Mereka cenderung berfikir. “Ah mas-nya ganteng, tapi udah semester atas, pasti ceweknya banyak, aku mah apa atuh, baru lulus SMA,” pemikiran ini yang sering mungcul dalam benak mahasiswi baru. 

Hal berbeda terjadi ketika mereka masuk pada pertengahan masa kuliah, biasanya semester 3, 4, dan 5. Pada masa ini, wanita akan menjadi sangat angkuh terhadap lelaki. Tingkat percaya dirinya melambung. Penyebabnya, biasanya pada masa ini mereka akan menemukan kawan yang kemudian membantuk kelompok dan merasa eksklusif dengan kelompok tersebut. Alasan kedua adalah mereka merasa bahwa mereka adalah mahasiswa yang notabene mendapat porsi level lebih tinggi di masyarakat. Namun apapun penyebabnya mereka menjadi sangat angkuh, bahkan pada lelaki yang berusaha mendekatinya. Kecenderungan mereka akan berfikir. “Gue ini mahasiswa, fashionable, keren. Loe mau deketin Gue, emang loe siapa?”. Memang agak menyebalkan, namun memang itu yang kadang terjadi. 

Tapi semua akan berbalik 180 derajat pada saat mereka masuk pada semester akhir dan belum mendapatkan pendamping. Apalagi awan-kawan yang lain sudah mendapatkan pendamping dan sudah merencanakan untuk menikah. Pada masa ini wanita galau sekali. Sehingga fokus pemikiran yang tadinya sangat angkuh itu melemah. Wanita pada masa ini berfikir begini. “Ya Ampun aku belum punya pendamping, mana temen SD dulu, tetangga sebelah rumah udah nyebar undangan lagi. Emak udah nyuruh nikah lagi. Ya siapa aja deh yang deketin aku, akan aku pertimbangkan buat menerima,” Pemikiran semi pasrah inilah yang akan dialami oleh wanita pada masa semester akhir.

Dalam logika berfikir demikian, maka laki-laki jones atau jomblo ngenes seharusnya tidak usah khawatir dengan status jomblonya, karena seharusnya dia mengerti target wanita mana yang akan didekatinya dan berapa peluangnya. Dengan logika berfikir seperti yang dijabarkan diatas, maka lelaki jones bisa mengkur tingkat keberhasilan dari usahanya dalam mengakhiri status jonesnya. Karena sejatinya Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan. Namun jika sudah menggunakan logika berfikir diatas tapi belum berhasil menemukan wanita idamannya, mungkin pasangan yang diberikan Tuhan untuk kamu bisa jadi belum lahir, atau sudah lahir, tapi meninggal waktu masih bayi. Terakhir pesan saya kepada lelaki yang sudah memiliki pasangan, rawatlah dan jaga baik-baik pasangan anda, karena kami para jones akan selalu siap disetiap tikungan.
Talam Tupel. (*)
(*)Yoga Triono

You Might Also Like

4 komentar: