Cara Pikir Wanita Masa Kini
DUA
hari yang lalu, dalam keadan kliengan
akibat kebanyakan tidur, saya memutuskan ke warnet, sekedar untuk cari hiburan
dan mencari beberapa bahan tugas kuliah. Sudah menjadi hukum bagi anak muda
ketika masuk dalam warnet ada tiga situs
yang akan menjadi menu untuk dibuka, yang pertama adalah Facebook-nya mas Mark
Zukerberg, kemudian Twitter dan Youtube, baru kemudian ditambahi dengan situs
lain, baik yang sudah diblokir maupun yang belum. Namun berhubung saya adalah
lelaki yang tidak suka (karena tidak bisa) bermain Twitter, maka hanya ada dua
situs yang akan menjadi menu saya pada hari itu. Yang pertama adalah Facebook,
setelah mambuka Facebook, saya scrool
naik turun layarnya, mencari hal-hal yang mungkin menarik. Setelah puas baru
saya tinggalkan. Baru kemudian saya membuka situs berbagi video Youtube.
Video
pertama yang sama cari adalah video dari idola saya, bapak Mario Teguh, maklum,
saya adalah MarTegis (Mario Teguhis). Setelah melihat beberapa video, ada
sebuah video, dimana suami dari bunda Linna Teguh ini mengatakan. “Saya pikir
semua wanita itu mata duitan, ternyata benar,”katanya, dengan disambut dengan
tawa audiens. Maklum Mario Teguh memang sangat piawai untuk urusan public speaking dan membawa emosi
penonton masuk dalam setiap kata-katanya. Mungkin itu juga tehnik yang
digunakannya dalam memikat Bunda Linna Teguh, dan terus terang teknik itu
sedang saya tiru dan yang masih saya pelajari hingga kini.
Kembali
ke permasalahan statement mengenai wanita tersebut. Setelah mendengar itu,
badan saya menggigil, kepala saya
muter-muter, dan berasa pingin muntah. Ternyata kipas angin di warnet itu tepat
menghadap saya, bikin saya masuk angin. Untuk kali ini saya tidak setuju dengan
bapak idola saya itu. Mungkin ini kali pertama batin saya bertentangan dengan
statemen dari bapak berkepala semi plontos itu. Karena dalam benak saya, wanita
itu jauh dari kata mata duitan. Saya memililiki analisis sendiri mengenai cara
pikir wanita terhadap pria. Dan saya rasa pak Mario Teguh tidak sampai berfikir
kearah ini. Kasian sekali dia…
Well,,
Menurut hemat saya, wanita, terutama yang menempuh pendidikan sarjana memiliki
pola pikir yang sangat logis, matematis dan kritis terhadap pria. Mengapa
demikian, karena wanita pada dasarnya adalah makhluk dengan pemikiran
terkompleks di jagad raya, variable pemikirannya bercabang-cabang, analisanya
kuat, namun berdasar pada perasaan dan sedikit menggunakan logika. Namun, bukan
berarti tidak logis, justru sangat logis. Sebagai contoh, wanita yang baru
lulus Sekolah Menengah Atas, atau yang biasa kita sebut sebagai gadis, pada masa tersebut, ketika pertama
kali masuk dunia perkuliahan strata satu, setelah diospek, laki-laki idaman
mereka adalah kakak tingkat mereka yang terlihat keren dan cerdas memakai
almamater Universitas, serupa dengan semboyan bahwa mahasiswa adalah agent of change. Para gadis yang masih
“baru” ini akan cekikikan, dan mencoba menarik perhatian kakak tingkat mereka.
Namun sejatinya dalam otak mereka tersimpan rasa minder yang besar. Mereka
cenderung berfikir. “Ah mas-nya ganteng, tapi udah semester atas, pasti
ceweknya banyak, aku mah apa atuh, baru lulus SMA,” pemikiran ini yang sering
mungcul dalam benak mahasiswi baru.
Hal
berbeda terjadi ketika mereka masuk pada pertengahan masa kuliah, biasanya
semester 3, 4, dan 5. Pada masa ini, wanita akan menjadi sangat angkuh terhadap
lelaki. Tingkat percaya dirinya melambung. Penyebabnya, biasanya pada masa ini
mereka akan menemukan kawan yang kemudian membantuk kelompok dan merasa eksklusif
dengan kelompok tersebut. Alasan kedua adalah mereka merasa bahwa mereka adalah
mahasiswa yang notabene mendapat porsi level lebih tinggi di masyarakat. Namun
apapun penyebabnya mereka menjadi sangat angkuh, bahkan pada lelaki yang
berusaha mendekatinya. Kecenderungan mereka akan berfikir. “Gue ini mahasiswa,
fashionable, keren. Loe mau deketin Gue, emang loe siapa?”. Memang agak
menyebalkan, namun memang itu yang kadang terjadi.
Tapi
semua akan berbalik 180 derajat pada saat mereka masuk pada semester akhir dan
belum mendapatkan pendamping. Apalagi awan-kawan yang lain sudah mendapatkan
pendamping dan sudah merencanakan untuk menikah. Pada masa ini wanita galau
sekali. Sehingga fokus pemikiran yang tadinya sangat angkuh itu melemah. Wanita
pada masa ini berfikir begini. “Ya Ampun aku belum punya pendamping, mana temen
SD dulu, tetangga sebelah rumah udah nyebar undangan lagi. Emak udah nyuruh
nikah lagi. Ya siapa aja deh yang deketin aku, akan aku pertimbangkan buat
menerima,” Pemikiran semi pasrah inilah yang akan dialami oleh wanita pada masa
semester akhir.
Dalam
logika berfikir demikian, maka laki-laki jones atau jomblo ngenes seharusnya
tidak usah khawatir dengan status jomblonya, karena seharusnya dia mengerti
target wanita mana yang akan didekatinya dan berapa peluangnya. Dengan logika
berfikir seperti yang dijabarkan diatas, maka lelaki jones bisa mengkur tingkat
keberhasilan dari usahanya dalam mengakhiri status jonesnya. Karena sejatinya
Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan. Namun
jika sudah menggunakan logika berfikir diatas tapi belum berhasil menemukan
wanita idamannya, mungkin pasangan yang diberikan Tuhan untuk kamu bisa jadi
belum lahir, atau sudah lahir, tapi meninggal waktu masih bayi. Terakhir pesan
saya kepada lelaki yang sudah memiliki pasangan, rawatlah dan jaga baik-baik
pasangan anda, karena kami para jones akan selalu siap disetiap tikungan.
Talam
Tupel. (*)
(*)Yoga
Triono


Aku tidak setuju sama ini
BalasHapusAku tidak setuju sama ini
BalasHapusMasa si mas? Gendut ngarang ki...hha
BalasHapus😂
tenan,, coba deh dipikir sejenak,, hehehe
BalasHapus