Soekarno : Saya Tidak Lahir di Blitar…!!!

23.01 lewatengah 0 Comments





BEBERAPA waktu terakhir ini masyarakat ramai oleh kesalahan Presiden Jokowi menyebutkan tempat kelahiran Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno. Kejadian itu terjadi pada saat Presiden Jokowi memberikan pidato dalam peringatan hari kelahiran Pancasila di Kota Blitar, tempat Presiden Soekarno dikembumikan. Dalam peringatan tersebut Presiden Jokowi bersama dengan sejumlah pejabat dan beliau didapuk untuk memberikan pidato,pada saat itulah detik-detik Jokowi salah menyebutkan tempat lahir Soekarno. 

“Setiap kali saya berada di Blitar, kota kelahiran Proklamator kita, bapak bangsa kita, Bung Karno, hati saya selalu bergetar,”. Itulah kata-kata sang Presiden pada saat menyampaikan pidato dalam peringatan hari kelahiran Pancasila di Blitar beberapa waktu lalu. Tentu pada waktu itu tidak ada yang mengingatkan dan mungkin saja tidak ada yang menyadari hal tersebut. Namun beberapa hari setelah itu, diberbagai media mulai ramai membicarakan mengenai kesalahan Jokowi tersebut. Hingga pejabat dan politikus ikut berkomentar, bisa jadi bagi politikus oposisi hal-hal semacam ini menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu untuk menyerang Presiden Jokowi. 

Seperti yang dikatakan oleh Fadli Zon, politisi Partai Gerindra yang juga menjabat sebagai salah satu pimpinan DPR. Ia mengatakan bahwa kebangetan sekali jika orang Indonesia tidak mengetahui tempat lahir Presiden Pertama Indoenesia Ir. Soekarno, seperti diberitakan oleh Kompas.com. Dalam wawancaranya dengan kompas, lelaki tambun tersebut menyatakan keheranannya terhadap Presiden Jokowi yang menyebut kota Blitar sebagai tempat kelahiran Soekarno. Fadli  menekankan bahwa seharusnya Presiden Jokowi tahu sejarah Bung karno, karena Presiden ke tujuh Indonesia tersebut adalah kader partai yang mengusung ideologi dari sang Proklamator. “Dia kan kader partai yang mengusung Soekarno sebagai basis ideologi,”ucap Fadli, seperti yang ditulis oleh kompas.com. 

Namun ternyata, perihal kesalahan penyebutan tempat lahir Bung Karno ini juga mengundang reaksi dari partai pemerintah yang mengusung Jokowi, yaitu partai PDI Perjuangan. Salah satu kader partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut, Effendi Simbolon, yang kini menjadi anggota DPR, mengatakan bahwa Jokowi harus meminta maaf  kepada publik mengenai kesalahan penyebutan tempat lahir dari Bung Karno. Selain minta maaf menurut Effendi, Jokowi juga harus menjelaskan ke publik bagaimana kesalahan tersebut dapat terjadi. “Jokowi sebagai Presiden harus minta maaf, Bayangkan, Bagaimana kita mau ikuti Presiden kalau Presidennya salah.” Kata Effendi seperti dikutip kompas.com. 

Bahkan Effendi menjadi meragukan kalau Presiden Jokowi juga tidak mengetahui tentang Nawa Cita yang selalu digembar gemborkan oleh pemerintah. Selain tanggapan dari dua tokoh nasional tersebut, ada beberapa tanggapan lain, bahkan Ketua komisi VI DPR RI, Hafisz Tohir mengatakan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh preseden Jokowi adalah sangat fatal. Dan meminta Jokowi melakukan restrukturisasi (Reshuffle) pata tim nya. Lebih lanjut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menunjuk salah satu pos kementerian untuk segera dilakukan restrukturisasi.

 “Sehingga, harus ada reshuffle yang mendasar karena sudah merusak bernegara, yang harus direshuffle adalah Sekneg,Menkumham, dan Staf ahli Presiden,” katanya. Seperti yang diberitakan oleh Republika Online. Pandangan tersebut belum lagi dari media social twitter dimana pada pengalaman-pengalaman sebalumnya, justru netizen sangat kritis pada hal-hal semacam ini
***
Dalam sejarah Indonesia disebutkan bahwa Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 6 Juni 1901. Tentu hal ini seharusnya  sudah menjadi makanan anak-anak sejak Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah Pertama. Mungkin reaksi publik pada salah sebut tempat lahir Soekarno tidak akan menjadi perhatian jika bukan Jokowi. Dalam benak publik, orang Indonesia sekelas Presiden yang notabene adalah orang nomor satu di tanah air ini, seharusnya sudah sangat mengerti dan memahami, tidak lagi hanya sekedar hafal mengenai sejarah Presiden pertama yang sering diajarkan di Sekolah Dasar dan Menengah itu. 

Menjadi lebih fatal lagi pidato Presiden Jokowi tersebut disampaikan pada peringatan hari lahir Pancasila yang merupakan hasil rumusan pendiri bangsa ini salah satunya adalah Bung Karno, yang kini dijadikan dasar Negara kita. Publik menjadi bertanya-tanya, tempat lahir Bung Karno saja, President Jokowi tidak tahu, jangan-jangan makna Pancasila yang sedang diperingati hari lahirnya itu juga President Jokowi tidak mengerti, dan hanya melihat Pancasila hanya baris-baris kata tanpa makna. Jika hal itu benar maka bagaimana beliau akan mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 Terlalu jauh memang jika kita berfikir sampai pada batas tersebut. Namun yang jelas apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi adalah sudah melanggar semboyan dan wejangan dari sang Proklamator, yaitu Jas Merah:Jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Jika Sejarah sang Proklamator yang juga Presiden pertama negeri ini sudah dilupakan, bagaimana dengan sejarah para pahlawan-pahlawan yang dulu berjuang memperjuangkan kemerdekaan. Atau lebih jauh, bagaimana sejarah mengenai kerajaan-kerajaan masa lalu yang lebih tua dari masa Soekarno, sebagai pelatak dasar kebudayaan ketimuran kita.(*)
(*)Yoga Triono   

You Might Also Like

0 komentar: