Narkoba, Didi Kempot dan Lagunya
Cintaku sekonyong-konyong koder
Karo kowe cah ayu sing bakul lemper
Lempermu pancen super
Resik tur anti laler
Yen ra petuk sedino ning sirah
nglier
LIRIK
lagu diatas adalah lirik lagu campur sari karya Mas Didi Kempot, Jika anda
adalah seorang campursari-ers, atau penggemar lagu-lagu campursari, sudah pasti
tidak asing dengan lagu Sekonyong-konyong koder-nya Mas Didi Kempot diatas,
bahkan mungkin anda sudah sangat hafal lirik dari lagu tersebut. namun taukah
anda makna yang terkandung dibalik lagu sekonyong-konyong koder. Sebagai
seorang penggemar berat campur sari, terutama lagu-lagunya Mas Didi kempot dan
Pakdhe Manthous, saya mencoba mencari makna disetiap lagu mereka. Dan khusus
untuk lagu sekonyong-konyong koder tersebut, saya menemukan makna yang ganjil
dalam setiap liriknya. Lirik yang sederhana dan music nan easy listening tersebut menyimpan makna yang sangat mencengangkan,
dan mungkin saja Mas Didi Kempot sebagai pencipta lagu pun tak menyadari ini
ketika sedang menulis lagunya dulu.
Anda
boleh percaya, juga boleh tidak, karena ini adalah hasil penelitian dari
Reklipitunov Institute, jurusan campursarisme. Jika diperhatikan dalam lirik
lagu sekonyong-konyong koder, Mas
Didi Kempot memasukkan beberapa instrument kata yang merupakan simbolis. Seperti
kata lemper, lemper adalah salah satu
jajanan orang jawa yang terbuat dari ketan yang diisi dengan abon, kemudian
dibungkus dengan daun pisang dan dikukus. Dalam tradisi jawa, selain lemper,
makanan yang dibungkus dengan daun pisang adalah Nagasari dan Poci-Poci.
Ketiganya memiliki kesamaan, yaitu terdapat isi didalamnya. Jika lemper tadi
berisi abon, Nagasari berisi Pisang, sedangkan kalau Poci-Poci berisi campusan
antara gulajawa dan parutan kelapa. Lalu kenapa kemudian Mas Didi Kempot hanya
menggunakan lemper saja, tidakkah mas Didi Kempot kasian terhadap Nagasari dan
Poci-poci, karena mungkin saja mereka ingin tenar seperti lemper.
Penggunaan
jajanan lemper pada lirik lagu sekonyong-konyong koder juga memiliki arti lain.
Coba kita perhatikan bait lirik berikut ini; Lempermu pancen super, Resik tur anti laler, Yen ra petuk sedino ning
sirah nglier. Sekarang mari kita perhatikan dengan seksama lirik tadi. Dari
kata-kata tadi, dapat diperpendek dengan kalimat, Lempermu super, anti laler(lalat), yen ora kepetuk (ora mangan) sirahe
nglier. Kira-kira lemper seperti apa, atau lemper buatan siapa yang tidak
di laler’i. dan nggawe nglier. Dalam kondisi beras ketan seperti apa yang bisa
digunakan untuk membuat lemper terbebas dari laler. Karena sejatinya beras
ketan yang dikukus menjadi lemper itu memiliki aroma yang akan menarik para laler untuk datang. Atau mungkin
pertanyaannya saya rubah. Lemper berbahan apa yang tidak dilaler’i dan membuat orang nglier. Ahaa…. Mungkinkah lemper yang dimaksud dalam lagu
sekonyong-konyong koder bukanlah lemper sungguhan. Lalu lemper apakah yang
dimaksud. Hmm… Semakin menarik bukan.
Ada
satu jawaban yang mungkin akan menjawab semua hipotesis pertanyaan diatas.
Yaitu Narkoba. Narkoba merupakan satu-satunya jawaban yang masuk akal untuk
menjawab semua kekosongan hipotesis diatas. Jelas sekali, narkoba tidak mungkin
di laler’i, dan sangat jelas, sehari
tidak mengkonsumsi narkoba maka akan nglier
kepalanya. Namun jangan kepancing emosi dan menyimpulkan jika Mas Didi kempot
itu Narkobais. Waduh bisa celaka tiga belas kalau kemudian orang-orang berotak
medioker menyimpulkan demikian, apalagi sampai menyebarluaskan. Bisa-bisa saya
dikira menJonru (baca:memfitnah) beliau mas Didi Kempot. Selain itu Terminologi
Narkoba pun jangan kemudian ujug-ujug dihubungkan dengan barang haram yang membuat Om
Myuran Sukumaran almarhum dan Mas Andrew Chan Almarhum, dihukum mati. Lalu apa
narkoba yang dimaksud oleh Mas Didi Kempot dalam lagunya itu.
Untuk
menjawab pertanyaan tersebut, maka kita perlu melihar kelanjutan lirik dari
lagu sekonyong-konyong koder. “uler
keket mlakune klogat kloget, ala jabang bayi jebul aku keno pelet”. Itulah
salah satu bagian lirik dari lagu sekonyong-konyong koder. Dan bagaian itu yang
akan menjawab, narkoba yang dimaksud Mas Didi Kempot itu apa. Dari kalimat
lirik itu ada kata penting yaitu Pelet.
Dalam budaya jawa, pelet adalah ilmu untuk membuat lawan jenis bertekuk lutut
terhadap orang yang menggunakan ilmu pelet. Ibarat kata klepek-klepek. Berdasarkan survey yang saya lakukan terhadap
seratus orang pemelet, (untuk menjaga keragu-raguan pembaca, maka lokasi dan
responden survey tidak bisa saya cantumkan), saya mendapatkan hasil, bahwa
media paling ampuh untuk melakukan pelet adalah makanan. Dan makanan yang
menjadi favorit para pengguna ilmu pelet adalah, NAsi Rames, KOpi dan BAkso.
Dari hal tersebut saya tarik kesimpulan bahwa narkoba yang dimaksud oleh Mas
Didi Kempot dalam Lagu Sekonyong Konyong
Koder adalah NAsi Rames, KOpi dan BAkso. (*)
(*)Yoga
Triono


0 komentar: