Sebait Doa Untuk Mas Gibran Rakabuming

21.11 lewatengah 0 Comments




Teruntuk  Mas Gibran Rakabuming 

Sebelumnya  saya ucapkan selamat kepada Mas Gibran karena telah berhasil mempersunting bidadari cantik bernama Mbak Selvi Ananda. Pernikahan Mas Gibran tentu menjadi hal yang istimewa bagi bapak nya Mas Gibran, yaitu Bapak Joko Widodo yang bekerja sebagai Presiden Republik Indonesia. Tidak lain dan tidak bukan, karena Mas Gibran adalah anak pertama dari Pak Joko, dimana menurut padhe saya, pernikahan anak pertama selalu menjadi hal yang penting dan sakral, serta istimewa. Rasanya seperti waktu akan diimunisasi pertama kali. Saya sebagai orang yang dipimpin oleh bapaknya Mas Gibran tentu ikut berbahagia dengan kabar baik pernikahan ini. Walaupun saya tidak diundang, namun rasa bahagia dan doa saya senantiasa akan selalu tercurah untuk Mas Gibran dan Istri. 

Yang membuat saya lebih senang dengan Mas Gibran adalah sikap sederhana yang sampeyan tunjukan kepada kami, sampeyan tidak ragu apalagi gamang saat memilih Mbak Selvi sebagai calon istri, padahal menurut berita yang saya dengar Mbak Selvi ini bukanlah anak pejabat atau anak orang terpandang, sama seperti saya ini Mas. Namun Mas Gibran tidak menghiraukan komentar-komentar dari para sinister (orang-orang sinis), dan tetap melangkah tegap, mantap menggandeng tangan Mbak Selvi untuk menuju pelaminan. Kalau kemudian Pak Joko merestui, menurut saya itu sudah sewajarnya, karena siapapun pendampingnya, asalkan sang putra bahagia, bukan begitu Pak Joko..

Melihat kesederhanaan dari keluarga sampeyan, membuat saya memiliki mimpi baru dalam kamus mimpi saya Mas. Saya jadi kepikiran untuk mendekati dan kalu bisa meminang adik Mas Gibran, yaitu dedek Kahiyang Ayu. Mohon maaf atas kelancangan ini. Saya berfikir, kalau Mas Gibran tidak masalah memperistri Mbak Selvi yang notabene adalah bukan anak pejabat, maka izinkan saya menggantungkan harapan pada sang penentu jodoh jika suatu hari nanti dedek Kahiyang Ayu bisa jatuh hati pada saya. Karena saya juga anak orang biasa yang bukan anak pejabat. Namun tanpa mengurangi rasa hormat, semoga ketidaktahudirian saya ini dimaafkan.

Selain istri sampeyan yang dari kalangan masyarakat umum, saksi dalam pernikahan sampeyan juga hanya seorang ketua RT. Hal ini sungguh bertolak belakang dengan pernikahan anak pejabat di bawah Presiden yang menginginkan saksinya adalah dari kalangan pejabat setingkat Menteri bahkan Presiden. Sikap sampeyan ini sungguh melelehkan hati saya Mas Gibran, semoga dek Kahiyang juga memiliki sikap sederhana seperti sampeyan Mas. Kalau ada orang-orang yang kemampuan perfikirnya medioker mencibir pernikahan sampeyan itu miskin, biarkan saja Mas. Saya mbelo sampeyan. Miskin po’o anak presiden yo Mas.. mereka itu tidak tahu Mas, sejatinya sebuah pernikahan itu bukan mewahnya, namun kesakralan dan harapan agar pernikahan itu langgeng dunia akhirat. Saya yakin manusia-manusia yang mencibir pernikahan sampeyan miskin, pasti pernikahannya juga tidak berjalan harmonis. Bukankah Hilbert Highet telah  menyampaikan pemikiran dalam pikiran manusia yang tak tertundukan, bahwasanya sifat hedonism itu menjerumuskan kedalam kehancuran.

Malah yang membuat saya lebih kaget, katanya pernikahan Mas Gibran ini melanggar surat edaran MenPAN no 13 tahun 2014, tentang gerakan hidup sederhana yang menyebutkan bahwa maksimal tamu yang diundang adalah 400 orang. Karena kabarnya tamunya Mas Gibran sampai 3500 orang. Tapi saya mohon Mas Gibran jangan emosi dulu, orang yang mengkritik itu tidak tahu kalau dalam budaya jawa yang menggelar resepsi pernikahan itu mempelai perempuan, bukan dari pihak laki-laki. Jadi 3500 orang tamu itu bukan untuk keluarga Pak Joko, namun untuk keluarga dari Mbak Selvi, jadi ya tidak melanggar. Logika gitu aja kok yo gak paham ini si tukang kritik.

Selain itu pernikahan Mas Gibran ini sungguh sebuah pembelajaran yang sangat berharga bagi Masyarakat Indonesia, penuh dengan nilai budaya dan edukasi. Aaah… saya jadi ingat sebuah pernikahan yang ditayangkan di televisi selama 48 jam, yang katanya mengandung nilai edukasi. Saya Cuma bilang … Edukasi Your Skinhead…!!! Sudah jelas itu sangat hedon, mengajari masyarakat untuk berlebihan dalam segala hal, kok yo dibilang edukasi. Sekali lagi, untuk dedek Kahiyang Ayu, nanti pernikahan kita tidak usah ditayangin di televisi ya, cukup sederhana saja, aku, kamu dan cinta kita…

Terakhir, saya ucapkan selamat untuk Pak Joko sekeluarga, wabil khusus untuk Mas Gibran Rakabuming dan Mbak Selvi Ananda, semoga pernikahannya langgeng sampai kakek nenek, dan lekas diberi momongan. Untuk Pak Joko, semoga setelah menikahkan putranya ini, Pak Joko lebih semangat lagi untuk memimpin Indonesia, dan untuk dedek Kahiyang Ayu, akan menjadi sebuah kehormatan bagi saya jika suatu saat bisa bersanding denganmu, seperti Mas Gibran dan Mbak Selvi Ananda. #Tambah Ngelantur.
Ngapuntene. (*)
(*)Yoga Triono

You Might Also Like

0 komentar: