Sebait Doa Untuk Mas Gibran Rakabuming
Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada Mas Gibran karena
telah berhasil mempersunting bidadari cantik bernama Mbak Selvi Ananda.
Pernikahan Mas Gibran tentu menjadi hal yang istimewa bagi bapak nya Mas
Gibran, yaitu Bapak Joko Widodo yang bekerja sebagai Presiden Republik
Indonesia. Tidak lain dan tidak bukan, karena Mas Gibran adalah anak pertama
dari Pak Joko, dimana menurut padhe saya, pernikahan anak pertama selalu
menjadi hal yang penting dan sakral, serta istimewa. Rasanya seperti waktu akan
diimunisasi pertama kali. Saya sebagai orang yang dipimpin oleh bapaknya Mas
Gibran tentu ikut berbahagia dengan kabar baik pernikahan ini. Walaupun saya
tidak diundang, namun rasa bahagia dan doa saya senantiasa akan selalu tercurah
untuk Mas Gibran dan Istri.
Yang
membuat saya lebih senang dengan Mas Gibran adalah sikap sederhana yang
sampeyan tunjukan kepada kami, sampeyan tidak ragu apalagi gamang saat memilih Mbak
Selvi sebagai calon istri, padahal menurut berita yang saya dengar Mbak Selvi ini
bukanlah anak pejabat atau anak orang terpandang, sama seperti saya ini Mas.
Namun Mas Gibran tidak menghiraukan komentar-komentar dari para sinister
(orang-orang sinis), dan tetap melangkah tegap, mantap menggandeng tangan Mbak
Selvi untuk menuju pelaminan. Kalau kemudian Pak Joko merestui, menurut saya
itu sudah sewajarnya, karena siapapun pendampingnya, asalkan sang putra
bahagia, bukan begitu Pak Joko..
Melihat
kesederhanaan dari keluarga sampeyan, membuat saya memiliki mimpi baru dalam
kamus mimpi saya Mas. Saya jadi kepikiran untuk mendekati dan kalu bisa
meminang adik Mas Gibran, yaitu dedek Kahiyang Ayu. Mohon maaf atas kelancangan
ini. Saya berfikir, kalau Mas Gibran tidak masalah memperistri Mbak Selvi yang
notabene adalah bukan anak pejabat, maka izinkan saya menggantungkan harapan
pada sang penentu jodoh jika suatu hari nanti dedek Kahiyang Ayu bisa jatuh
hati pada saya. Karena saya juga anak orang biasa yang bukan anak pejabat. Namun
tanpa mengurangi rasa hormat, semoga ketidaktahudirian saya ini dimaafkan.
Selain
istri sampeyan yang dari kalangan masyarakat umum, saksi dalam pernikahan
sampeyan juga hanya seorang ketua RT. Hal ini sungguh bertolak belakang dengan
pernikahan anak pejabat di bawah Presiden yang menginginkan saksinya adalah
dari kalangan pejabat setingkat Menteri bahkan Presiden. Sikap sampeyan ini
sungguh melelehkan hati saya Mas Gibran, semoga dek Kahiyang juga memiliki
sikap sederhana seperti sampeyan Mas. Kalau ada orang-orang yang kemampuan
perfikirnya medioker mencibir pernikahan sampeyan itu miskin, biarkan saja Mas.
Saya mbelo sampeyan. Miskin po’o anak presiden yo Mas.. mereka
itu tidak tahu Mas, sejatinya sebuah pernikahan itu bukan mewahnya, namun
kesakralan dan harapan agar pernikahan itu langgeng dunia akhirat. Saya yakin
manusia-manusia yang mencibir pernikahan sampeyan miskin, pasti pernikahannya
juga tidak berjalan harmonis. Bukankah Hilbert Highet telah menyampaikan pemikiran dalam pikiran manusia yang tak tertundukan,
bahwasanya sifat hedonism itu menjerumuskan kedalam kehancuran.
Malah
yang membuat saya lebih kaget, katanya pernikahan Mas Gibran ini melanggar
surat edaran MenPAN no 13 tahun 2014, tentang gerakan hidup sederhana yang
menyebutkan bahwa maksimal tamu yang diundang adalah 400 orang. Karena kabarnya
tamunya Mas Gibran sampai 3500 orang. Tapi saya mohon Mas Gibran jangan emosi
dulu, orang yang mengkritik itu tidak tahu kalau dalam budaya jawa yang
menggelar resepsi pernikahan itu mempelai perempuan, bukan dari pihak
laki-laki. Jadi 3500 orang tamu itu bukan untuk keluarga Pak Joko, namun untuk
keluarga dari Mbak Selvi, jadi ya tidak melanggar. Logika gitu aja kok yo gak
paham ini si tukang kritik.
Selain
itu pernikahan Mas Gibran ini sungguh sebuah pembelajaran yang sangat berharga
bagi Masyarakat Indonesia, penuh dengan nilai budaya dan edukasi. Aaah… saya
jadi ingat sebuah pernikahan yang ditayangkan di televisi selama 48 jam, yang
katanya mengandung nilai edukasi. Saya Cuma bilang … Edukasi Your Skinhead…!!!
Sudah jelas itu sangat hedon, mengajari masyarakat untuk berlebihan dalam
segala hal, kok yo dibilang edukasi. Sekali lagi, untuk dedek Kahiyang Ayu,
nanti pernikahan kita tidak usah ditayangin di televisi ya, cukup sederhana
saja, aku, kamu dan cinta kita…
Terakhir,
saya ucapkan selamat untuk Pak Joko sekeluarga, wabil khusus untuk Mas Gibran
Rakabuming dan Mbak Selvi Ananda, semoga pernikahannya langgeng sampai kakek
nenek, dan lekas diberi momongan. Untuk Pak Joko, semoga setelah menikahkan
putranya ini, Pak Joko lebih semangat lagi untuk memimpin Indonesia, dan untuk
dedek Kahiyang Ayu, akan menjadi sebuah kehormatan bagi saya jika suatu saat
bisa bersanding denganmu, seperti Mas Gibran dan Mbak Selvi Ananda. #Tambah
Ngelantur.
Ngapuntene.
(*)
(*)Yoga
Triono


0 komentar: