Pikiran Manusia Yang Tak Tertundukan

06.30 lewatengah 0 Comments




“Tidak sempurna namun menakjubkan, sebuah cara manusia keluar dari
kebiadaban menuju peradaban
oleh
Gilbert Highet

DIBANDINGKAN dengan makluk lain manusia adalah makhluk yang mengalami perubahan yang paling cepat. Sebagai contoh, tumbuhan mencari makan, tumbuh dan berkambang dengan melakukan hal yang hampir sama dengan yang dilakukannya sejak ribuan tahun lalu yaitu dengan fotosintesis, semut  melakukan cara yang sama mambuat rumah dan mencari makan sejak ribuan tahun lalu, namun berbeda dengan manusia, dengan pikiran yang terus mencari cara-cara baru dalam mempermudah hidupnya manusia berkembang menjadi semakin maju, keadaan tidak bisa membandung pikiran manusia untuk selalu berkembang. 

Sebelum manusia terdahulu mengenal berbagai perkakas seperti sekarang manusia berfikir untuk melindungi dirinya dengan sesuatu yang tajam, maka dia menemukan batu yang kemudian diasah, dan dijadikan alat untuk melakukan berbagai kegiatan, salah satunya berburu, sehingga manusia bertahan hidup dengan cara itu. Lalu dengan kondisi cuaca yang dingin pikiran manusia bergerak mencari sesuatu yang bisa menghangatkan tubuh, lalu ditemukanlah api, hingga pada saat kemudian manusia mencoba mengamati tumbuhan-tumbuhan yang ada disekitarnya dan mencoba untuk memakannya, hasilnya kemudian manusia menemukan cara untuk bercocok tanam. 

Otak manusia berkerja seperti denyut jantung yang tak berhenti bekerja siang dan malam, sejak kecil hingga tua renta, dalam jaringan besar yang hanya seberat satu setengah kilogram tersebut, manusia menyimpan ber bilyun-bilyun materi ingatan, kebiasann, kemampuan, keinginan, harapan, dan ketakutan. Di dalamnya terdapat pola, suara, perhitungan, dan berbagai dorongan, bahkan sebuah memori yang terjadi 30 tahun lalu masih tersimpan dalam otak manusia, namun sampai sekarang manusia belum bisa memanfaatkan 100 persen kemampuan otak yang di miliki secara optimal.

Seperti dijelaskan oleh Benjamin Samuel Bloom yang kemudian disempurnakan oleh Krathwoll, bahwa Proses berpikir menggambarkan tahap berpikir yang dilakukan oleh manusia agar mampu mengaplikasikan teori kedalam perbuatan. Tahapan tersebut terdiri atas enam level, terdiri atas enam level,yaitu: (a) Mengingat, (b) Memahami, (c) Menerapkan, (d) Menganalisis, (e) Mengevaluasi, dan (f) Menciptakan.  . Semakin tinggi levelnya maka pemikiran manusia akan semakin maju. Selama ribuan tahun menusia mengalami enam proses tahapan tersebut sehingga semakin lama pemikiran manusia menjadi semakin maju
Pikiran–pikiran manusia inilah yang selalu gelisah untuk mencari hal-hal yang bisa membuat hidupnya lebih baik dan lebih mudah sampai kemudian terciptalah peradaban-peradaban yang megah, dan kebudayaan yang sangat maju seperti pada masa-masa kejayaan Yunani dan Romawi, namun untuk sampai kesana manusia melewati proses yang berjalan lambat dan penerimaan penuh kesabaran. Manusia berhenti untuk hidup berpindah-pindah kemudian menetap, lading-ladang diolah dan membuat berbagai aturan dalam masyarakat social mereka,  mereka mengamati astronomi dan menjadikan kehidupan religus, hukum dibuat dan secara lambat laun manusia berubah menjadi lebih beradab.

Dalam perkembangan sejarah kebudayaan manusia, ada beberapa masa yang dialami oleh manusia, mulai dari zaman yang maju hingga zaman kegelapan. Dari sekian banyak peradaban manusia, peradaban bangsa Yunani pada masa 1000 SM lalu kemudian peradaban bangsa Romawi dianggap menjadi salah satu yang termaju.  Dalam masa tersebut pikiran manusia sudah melesat jauh dari yang awal hanya mencari solusi untuk kemudahan hidupnya yang masih berupa hal-hal konkret, namun pada  masa ini manusia mulai berfilsafat untuk mencari cara berfikir untuk mengubah cara hidup menjadi lebih baik.

Orang Yunani percaya bahwa semua kemajuan dan peradaban manusia haruslah didasarkan pada kebahagiaan hidup yang memeperkaya khasanah pemikiran manusia. Bangsa-bangsa lain berpendapat bahwa peradaban mereka adalah semata-mata bagi Tuhan, atau bagi raja-raja yang mulia, atau kekuasaan, kekayaan dan kesenangan. Bahkan dewasa ini masih banyak bangsa yang berpandangan bahwa setiap orang mendapat makanan dan pakaian yang berlimpah,  mempunyai mobil dan beberapa peralaan modern maka kehidupannya telah sempurna. Namun, memang dalam sejarah, bangsa Yunani juga melakukan kehidupan yang menyenangkan dengan anggur, wanita dan segala hedonitas. Namun jauh dalam lubuk hatinya mereka menyadari bahwa ada hal yang lebih baik dari pada semua tujuan madani tersebut, dan mereka mulai menggali dan terus mempertahankan tujuan tersebut.

Untuk tetap mempertahankan tujuan tersebut, dari bangsa Yunani banyak terlahir filsuf-filsuf, pemikir-pemikir, dan para penyair, mereka menulis buku, berceramah untuk menyampaikan pemikiran memperkaya khasanah pemikiran manusia, mereka diantaranya adalah, Homerus, Aeschylus, Aristophanes, Thucydides, Plato, Aristoteles, dan masih banyak lagi, mereka inilah yang kemudian disebut sebagai para penyembuh jiwa. Pemikiran mereka sampai saat ini masih bisa dilihat dan masih digunakan, Perimbangan kekuatan konstitusi Amerikka pun dirumuskan oleh orang Yunani, orang Yunani pulalah yang pertama kali merumuskan mengenai cita-cita yang mulia mengenai hakekat persaudaraan manusia.

Murid pertama dari bangsa Yunani adalah bangsa Romawi, Yunani mengajari bangsa Romawi yang masih kaku, tidak punya kefalsafahan berfikir, dan hasilnya, dengan bangsa Romawi yang sudah mendapatkan kemampuan berfikir “ala Yunani” mereka mencangkokkannya dengan kebudayaan itali, yang kemudian membentuk kebudayaan gabungan yaitu kebudayaan Romawi Yunani (Greco-Roman). Efesien, produktif cerdas, bercitarasa, bersusastra, namun buruk dalam pemerintahan-pemerintahan. singkatnya kebudayaan tersebut menjadi kebudayaan maju. sekolah-sekolah banyak, buku-buku bertebaran di Eropa, dan banyak orang menguasai ilmu membaca dan menulis. 

Namun kebudayaan yang sedemikian megah tersebut runtuh, runtuhnya kebudayaan Yunani Romawi dimulai dari wilayah barat yaitu daerah Romawi namun untuk daerah timur masih bertahan untuk ribuan tahun selanjutnya untuk menahan gempuran kemerosotan kebudayaan yang terjadi, jika disuruh untuk menjelaskan penyebab perbedaan tersebut,  sesungguhnya orang daerah barat lebih suka akan kekayaan dan kenikmatan , sedangkan orang di wilayah timur lebih suka untuk berfikir.  Maka dimulailah masa gelap di daratan Eropa, dari sebuah peradaban megah dengan pikiran yang luas menjadi zaman kegelapan dimana banyak penjarahan, kekerasan, tingkat kriminalitas, dan sedikit sekali buku-buku sisa peradaban yang masih ada, hal ini sampai pada kemudian sedikit sekali orang yang masih bisa membaca dan menulis.

Kemudian pikiran manusia kembali menemukan jalannya, dari sekian banyak manusia yang terjun dalam sistem feodal, masih ada beberapa filsuf yang kemudian menyendiri mengajarkaan kembali pemikiran-pemikiran besar dari filsuf masa lalu untuk membawa peradaban manusia kembali pada kemajuan, pada titik ini nenek moyang kita kembali mendaki lagi dari kegelapan dan dalam waktu lama dan dalam kesabaran mereka mengembalikan jiwa peradaban pada manusia, dan pada  1450 eropa kembali dalam pemikiran utuh dunia grecco-roman. Dari kisah tersebut cukup membuktikan bahwa pikiran manusia tidak dapat di tundukan dalam berbagai situasi, kegelisahan mengenai suatu kondisi selalu membawa pikiran manusia untuk terus mencari dan berkembang untuk menemukan jalan yang lebih baik bagi kehidupan manusia. 

Kembalinya peradaban di Eropa pada masa lalau tidak terlepas dari peran para pemikir yang ada pada waktu itu, alangkah indahnya sebuah masa kelam yang penuh pertumpahan darah disulap menjadi peradaban maju dengan mengedepankan khasanah pemikiran.  Para pemikir-pemikir besar yang dikenal pada waktu sekarang adalah orang-orang yang tidak dianggap pada masa lalunya, sebut saja Gregor Mendel, seorang rahib yang dengan sabar di kebunnya, sampai ia menemukan hukum dasar keturunan, Sir Isaac Newton, dengan gravitasinya adalah seorang anak petani Lincolnshire yang tidak cemerlang sama sekali saat kecil seperti ahli matematika lainnya, baru setelah masuk di Cambridge, ia menemukan kejeniusannya, kemudian seorang anak lelaki bisa bernama Loenardo Da Vinci yang magang dalam seni lukis seperti halnya ribuan anak sebelum dan sesudahnya, akhirnya menjadi pemikir terkemuka. Socrates adalah seorang tukang baru disebuah kota yang penuh dengan pemborong. Namun tingkat imajinasi dan kegelisahan akan sesuatu telah membawa pemikir-pemikir hebat itu menemukan jalan kearah keagungan dengan hasil pemikiran mereka. Ini merupakan bukti bahwa pikiran manusia benar-benar tidak tertundukan dalam kondisi apapun.

Pertanyaan selanjutnya, setelah semua kembali ke peradaban, lalu bagaimana jika peradaban yang sekarang juga jatuh kembali ke masa gelapan. Seorang manusia kini menggunakan hampir seluruh ototnya dalam masa dewasa. Namun dia meninggalkan dua pertiga dari kemampuan otaknya. Secara keseluruhan perkembangan dua bilyun pemikiran di bumi ini dihambat oleh tiga hal; 1. Kemiskinan, 2, Kesalahan, 3. Hambatan yang disengaja.

Kemiskinan menjadi musuh terbesar manusia, sebab kemiskinan sangat berpengaruh pada kehidupan social di masyarakat. Pendidikan memerlukan biaya, sehingga kemiskinan menjadi jalan masuknya kebodohan untuk manusi, namun demikian kemiskinan bukanlah suatu rintangan untuk nmelaksanakan pendidikan dengan catatan, orang mau bersungguh-sungguh belajar dan bersedia untuk untuk berkorban. Hal ini sudah di buaktikan oleh pemikir-pemikir hebatdari masa lalu yang dijelaskan di awal tadi, bahwakn beberapa Negara yang tidak bisa dibilang kaya kini menyadi penyokong dari univeristas-universitas besar, katakanlah Finlandia, yang merupakan Negara termiskin di eropa, namun memiliki sekolah-sekolah yang sangat baik, bahkan sebagaian besar warganya lebih berpendidikan daripada Negara lain. Skotlandia tidak pernah jadi Negara kaya, namun Negara tersebut menunjang empat universitas sejak Zaman Renaissance.

Terdapat tiga kesalahan yang menyebabkan lemahnya pendidikan di masa kini, kesalahan pertama adalah gagarasan yang keliru bahwa sekolah diadakan terutama untuk melatih anak laki-laki dan anak perempuan bergaul. “berintegrasi dengan kelaompoknya”, “melengkapi mereka dengan ketrampilan kehidupan social”,”mampu menyesuaikan diri dalam keluarga dan masyarakat”, sesungguhnya semua itu hanya sebagaiana dari tujuan kegiatan pendidikan. Tujuan lain yang sama pentingnya, atau mungkin lebih penting adalah melatih pemikiran individu seintensif mungkin, dan mendorongnya kearah pemikiran yang beranekaragam. Kesalahan kedua yaitu terletak pada kepercayaan bahwa proses pendidikan terhenti sama sekali setelah kedewasaan dimulai. 

Banyak sekali lulusan yang masih muda meninggalkan pemikiran yang di dapatnya sewaktu melakukan kegiatan pendidikan. Seperti halnya seorang yang bermain music namun tidak pernah mengikuti pagelaran music, atau memainkan satu nada pun. Kesalahan ketiga terletak pada suatu gambaran yang salah bahwa proses belajar dan mengajar haruslah memperlihatkan hasil yang segera yang mambawa keuntungan dan membawa kita kearah keberhasilan. Walaupun memang benar bahwa pendidikan dimaksudkan untuk perkembangan kepribadian secara menyeluruh. Namun tidak mungkin bahkan tidak dikehendaki bahwa kebanyakan dari materi pokok pendidikan akan menyebabkan dia menjadi kaya. 

Hambatan yang disengaja adalah sebuah upaya secara sadar dari mereka yang berupaya untuk memusnahkan sekumpulan pengetahuan tersentu, atau membatasi dengan sengaja, sehingga pengetahuan tersebut menjadi sangat rahasia. Penyebabnya adalah raasa takut bahwa pengetahuan tersebut membahayakan bagi golongan, kelompok, atau organisasi tertentu. Keadaan pernah di alami oleh beberapa pemikir hebat dari masa lalu, seperti saat Galileo mengemukaan pengetahuan baru mengenai gerak tata tatasurya yang mematahkan teori dari Copernicus. Ia lalu di ancam, dipenjara dan disiksa untuk menarik lagi pernyataanya.

Walaupun begitu, andaikan hal ini benar-benar terjadi, tenaga pemikiran manusia yang tak tercapai akan tetap menemukan jalan keluar terlepas dari kesenangan yang tersedia atau kekacauan yang melanda. Masih akan tetap terdapat para penemu, peneliti dan pemikir, meskipun untuk beberapa abad mereka akan tampak eksentrik seperti orang–orang suci yang jarang terdapat. Pada akhirnnya kelaliman juga akan gagal. Tidaklah mungkin untuk menurunkan harkat kemanusiaan umat, beberapa akan terlewat dan mereka akan berfikir, lebih mudah menghancurkan umat manusia secara fisik, dengan senjata biologis maupun nuklir, dari pada menghancurkan manusia secara mental. Selama manusia menetap di planet ini, tirani dan kekejaman apapun akan dihadapi, manusia tetap dan harus tetap berfikir. Karena disebabkan perjalanan pikiran inilah – Tidak sempurna, namun menakjubkan – yang membawa menusia keluar dari kebiadaban menuju peradaban.(*)
(*)Yoga Triono

You Might Also Like

0 komentar: