Pikiran Manusia Yang Tak Tertundukan
“Tidak sempurna namun menakjubkan, sebuah cara manusia
keluar dari
kebiadaban menuju peradaban”
oleh
Gilbert
Highet
DIBANDINGKAN
dengan makluk lain manusia adalah makhluk yang mengalami perubahan yang paling
cepat. Sebagai contoh, tumbuhan mencari makan, tumbuh dan berkambang dengan
melakukan hal yang hampir sama dengan yang dilakukannya sejak ribuan tahun lalu
yaitu dengan fotosintesis, semut
melakukan cara yang sama mambuat rumah dan mencari makan sejak ribuan tahun
lalu, namun berbeda dengan manusia, dengan pikiran yang terus mencari cara-cara
baru dalam mempermudah hidupnya manusia berkembang menjadi semakin maju,
keadaan tidak bisa membandung pikiran manusia untuk selalu berkembang.
Sebelum
manusia terdahulu mengenal berbagai perkakas seperti sekarang manusia berfikir
untuk melindungi dirinya dengan sesuatu yang tajam, maka dia menemukan batu
yang kemudian diasah, dan dijadikan alat untuk melakukan berbagai kegiatan,
salah satunya berburu, sehingga manusia bertahan hidup dengan cara itu. Lalu
dengan kondisi cuaca yang dingin pikiran manusia bergerak mencari sesuatu yang
bisa menghangatkan tubuh, lalu ditemukanlah api, hingga pada saat kemudian
manusia mencoba mengamati tumbuhan-tumbuhan yang ada disekitarnya dan mencoba
untuk memakannya, hasilnya kemudian manusia menemukan cara untuk bercocok
tanam.
Otak
manusia berkerja seperti denyut jantung yang tak berhenti bekerja siang dan
malam, sejak kecil hingga tua renta, dalam jaringan besar yang hanya seberat satu
setengah kilogram tersebut, manusia menyimpan ber bilyun-bilyun materi ingatan,
kebiasann, kemampuan, keinginan, harapan, dan ketakutan. Di dalamnya terdapat
pola, suara, perhitungan, dan berbagai dorongan, bahkan sebuah memori yang
terjadi 30 tahun lalu masih tersimpan dalam otak manusia, namun sampai sekarang
manusia belum bisa memanfaatkan 100 persen kemampuan otak yang di miliki secara
optimal.
Seperti
dijelaskan oleh Benjamin Samuel Bloom yang kemudian disempurnakan oleh
Krathwoll, bahwa Proses berpikir menggambarkan tahap berpikir yang dilakukan
oleh manusia agar mampu mengaplikasikan teori kedalam perbuatan. Tahapan
tersebut terdiri atas enam level, terdiri atas enam level,yaitu: (a) Mengingat,
(b) Memahami, (c) Menerapkan, (d) Menganalisis, (e) Mengevaluasi, dan (f)
Menciptakan. . Semakin tinggi levelnya
maka pemikiran manusia akan semakin maju. Selama ribuan tahun menusia mengalami
enam proses tahapan tersebut sehingga semakin lama pemikiran manusia menjadi
semakin maju
Pikiran–pikiran
manusia inilah yang selalu gelisah untuk mencari hal-hal yang bisa membuat
hidupnya lebih baik dan lebih mudah sampai kemudian terciptalah
peradaban-peradaban yang megah, dan kebudayaan yang sangat maju seperti pada
masa-masa kejayaan Yunani dan Romawi, namun untuk sampai kesana manusia
melewati proses yang berjalan lambat dan penerimaan penuh kesabaran. Manusia
berhenti untuk hidup berpindah-pindah kemudian menetap, lading-ladang diolah
dan membuat berbagai aturan dalam masyarakat social mereka, mereka mengamati astronomi dan menjadikan
kehidupan religus, hukum dibuat dan secara lambat laun manusia berubah menjadi
lebih beradab.
Dalam
perkembangan sejarah kebudayaan manusia, ada beberapa masa yang dialami oleh
manusia, mulai dari zaman yang maju hingga zaman kegelapan. Dari sekian banyak
peradaban manusia, peradaban bangsa Yunani pada masa 1000 SM lalu kemudian
peradaban bangsa Romawi dianggap menjadi salah satu yang termaju. Dalam masa tersebut pikiran manusia sudah
melesat jauh dari yang awal hanya mencari solusi untuk kemudahan hidupnya yang
masih berupa hal-hal konkret, namun pada
masa ini manusia mulai berfilsafat untuk mencari cara berfikir untuk
mengubah cara hidup menjadi lebih baik.
Orang
Yunani percaya bahwa semua kemajuan dan peradaban manusia haruslah didasarkan
pada kebahagiaan hidup yang memeperkaya khasanah pemikiran manusia.
Bangsa-bangsa lain berpendapat bahwa peradaban mereka adalah semata-mata bagi
Tuhan, atau bagi raja-raja yang mulia, atau kekuasaan, kekayaan dan kesenangan.
Bahkan dewasa ini masih banyak bangsa yang berpandangan bahwa setiap orang
mendapat makanan dan pakaian yang berlimpah, mempunyai mobil dan beberapa peralaan modern
maka kehidupannya telah sempurna. Namun, memang dalam sejarah, bangsa Yunani juga
melakukan kehidupan yang menyenangkan dengan anggur, wanita dan segala
hedonitas. Namun jauh dalam lubuk hatinya mereka menyadari bahwa ada hal yang
lebih baik dari pada semua tujuan madani tersebut, dan mereka mulai menggali
dan terus mempertahankan tujuan tersebut.
Untuk
tetap mempertahankan tujuan tersebut, dari bangsa Yunani banyak terlahir
filsuf-filsuf, pemikir-pemikir, dan para penyair, mereka menulis buku,
berceramah untuk menyampaikan pemikiran memperkaya khasanah pemikiran manusia,
mereka diantaranya adalah, Homerus, Aeschylus, Aristophanes, Thucydides, Plato,
Aristoteles, dan masih banyak lagi, mereka inilah yang kemudian disebut sebagai
para penyembuh jiwa. Pemikiran mereka sampai saat ini masih bisa dilihat dan
masih digunakan, Perimbangan kekuatan konstitusi Amerikka pun dirumuskan oleh
orang Yunani, orang Yunani pulalah yang pertama kali merumuskan mengenai
cita-cita yang mulia mengenai hakekat persaudaraan manusia.
Murid
pertama dari bangsa Yunani adalah bangsa Romawi, Yunani mengajari bangsa Romawi
yang masih kaku, tidak punya kefalsafahan berfikir, dan hasilnya, dengan bangsa
Romawi yang sudah mendapatkan kemampuan berfikir “ala Yunani” mereka
mencangkokkannya dengan kebudayaan itali, yang kemudian membentuk kebudayaan
gabungan yaitu kebudayaan Romawi Yunani (Greco-Roman). Efesien, produktif
cerdas, bercitarasa, bersusastra, namun buruk dalam pemerintahan-pemerintahan. singkatnya
kebudayaan tersebut menjadi kebudayaan maju. sekolah-sekolah banyak, buku-buku
bertebaran di Eropa, dan banyak orang menguasai ilmu membaca dan menulis.
Namun
kebudayaan yang sedemikian megah tersebut runtuh, runtuhnya kebudayaan Yunani Romawi
dimulai dari wilayah barat yaitu daerah Romawi namun untuk daerah timur masih
bertahan untuk ribuan tahun selanjutnya untuk menahan gempuran kemerosotan
kebudayaan yang terjadi, jika disuruh untuk menjelaskan penyebab perbedaan
tersebut, sesungguhnya orang daerah
barat lebih suka akan kekayaan dan kenikmatan , sedangkan orang di wilayah
timur lebih suka untuk berfikir. Maka dimulailah
masa gelap di daratan Eropa, dari sebuah peradaban megah dengan pikiran yang
luas menjadi zaman kegelapan dimana banyak penjarahan, kekerasan, tingkat
kriminalitas, dan sedikit sekali buku-buku sisa peradaban yang masih ada, hal
ini sampai pada kemudian sedikit sekali orang yang masih bisa membaca dan
menulis.
Kemudian
pikiran manusia kembali menemukan jalannya, dari sekian banyak manusia yang
terjun dalam sistem feodal, masih ada beberapa filsuf yang kemudian menyendiri
mengajarkaan kembali pemikiran-pemikiran besar dari filsuf masa lalu untuk
membawa peradaban manusia kembali pada kemajuan, pada titik ini nenek moyang
kita kembali mendaki lagi dari kegelapan dan dalam waktu lama dan dalam
kesabaran mereka mengembalikan jiwa peradaban pada manusia, dan pada 1450 eropa kembali dalam pemikiran utuh dunia
grecco-roman. Dari kisah tersebut cukup membuktikan bahwa pikiran manusia tidak
dapat di tundukan dalam berbagai situasi, kegelisahan mengenai suatu kondisi
selalu membawa pikiran manusia untuk terus mencari dan berkembang untuk
menemukan jalan yang lebih baik bagi kehidupan manusia.
Kembalinya
peradaban di Eropa pada masa lalau tidak terlepas dari peran para pemikir yang
ada pada waktu itu, alangkah indahnya sebuah masa kelam yang penuh pertumpahan darah
disulap menjadi peradaban maju dengan mengedepankan khasanah pemikiran. Para pemikir-pemikir besar yang dikenal pada
waktu sekarang adalah orang-orang yang tidak dianggap pada masa lalunya, sebut saja
Gregor Mendel, seorang rahib yang dengan sabar di kebunnya, sampai ia menemukan
hukum dasar keturunan, Sir Isaac Newton, dengan gravitasinya adalah seorang
anak petani Lincolnshire yang tidak cemerlang sama sekali saat kecil seperti ahli
matematika lainnya, baru setelah masuk di Cambridge, ia menemukan kejeniusannya,
kemudian seorang anak lelaki bisa bernama Loenardo Da Vinci yang magang dalam
seni lukis seperti halnya ribuan anak sebelum dan sesudahnya, akhirnya menjadi
pemikir terkemuka. Socrates adalah seorang tukang baru disebuah kota yang penuh
dengan pemborong. Namun tingkat imajinasi dan kegelisahan akan sesuatu telah
membawa pemikir-pemikir hebat itu menemukan jalan kearah keagungan dengan hasil
pemikiran mereka. Ini merupakan bukti bahwa pikiran manusia benar-benar tidak
tertundukan dalam kondisi apapun.
Pertanyaan
selanjutnya, setelah semua kembali ke peradaban, lalu bagaimana jika peradaban
yang sekarang juga jatuh kembali ke masa gelapan. Seorang manusia kini
menggunakan hampir seluruh ototnya dalam masa dewasa. Namun dia meninggalkan
dua pertiga dari kemampuan otaknya. Secara keseluruhan perkembangan dua bilyun
pemikiran di bumi ini dihambat oleh tiga hal; 1. Kemiskinan, 2, Kesalahan, 3.
Hambatan yang disengaja.
Kemiskinan
menjadi musuh terbesar manusia, sebab kemiskinan sangat berpengaruh pada
kehidupan social di masyarakat. Pendidikan memerlukan biaya, sehingga
kemiskinan menjadi jalan masuknya kebodohan untuk manusi, namun demikian
kemiskinan bukanlah suatu rintangan untuk nmelaksanakan pendidikan dengan
catatan, orang mau bersungguh-sungguh belajar dan bersedia untuk untuk
berkorban. Hal ini sudah di buaktikan oleh pemikir-pemikir hebatdari masa lalu
yang dijelaskan di awal tadi, bahwakn beberapa Negara yang tidak bisa dibilang
kaya kini menyadi penyokong dari univeristas-universitas besar, katakanlah
Finlandia, yang merupakan Negara termiskin di eropa, namun memiliki
sekolah-sekolah yang sangat baik, bahkan sebagaian besar warganya lebih
berpendidikan daripada Negara lain. Skotlandia tidak pernah jadi Negara kaya,
namun Negara tersebut menunjang empat universitas sejak Zaman Renaissance.
Terdapat
tiga kesalahan yang menyebabkan lemahnya pendidikan di masa kini, kesalahan
pertama adalah gagarasan yang keliru bahwa sekolah diadakan terutama untuk
melatih anak laki-laki dan anak perempuan bergaul. “berintegrasi dengan
kelaompoknya”, “melengkapi mereka dengan ketrampilan kehidupan social”,”mampu
menyesuaikan diri dalam keluarga dan masyarakat”, sesungguhnya semua itu hanya
sebagaiana dari tujuan kegiatan pendidikan. Tujuan lain yang sama pentingnya,
atau mungkin lebih penting adalah melatih pemikiran individu seintensif
mungkin, dan mendorongnya kearah pemikiran yang beranekaragam. Kesalahan kedua
yaitu terletak pada kepercayaan bahwa proses pendidikan terhenti sama sekali
setelah kedewasaan dimulai.
Banyak
sekali lulusan yang masih muda meninggalkan pemikiran yang di dapatnya sewaktu
melakukan kegiatan pendidikan. Seperti halnya seorang yang bermain music namun
tidak pernah mengikuti pagelaran music, atau memainkan satu nada pun. Kesalahan
ketiga terletak pada suatu gambaran yang salah bahwa proses belajar dan
mengajar haruslah memperlihatkan hasil yang segera yang mambawa keuntungan dan
membawa kita kearah keberhasilan. Walaupun memang benar bahwa pendidikan
dimaksudkan untuk perkembangan kepribadian secara menyeluruh. Namun tidak
mungkin bahkan tidak dikehendaki bahwa kebanyakan dari materi pokok pendidikan
akan menyebabkan dia menjadi kaya.
Hambatan
yang disengaja adalah sebuah upaya secara sadar dari mereka yang berupaya untuk
memusnahkan sekumpulan pengetahuan tersentu, atau membatasi dengan sengaja,
sehingga pengetahuan tersebut menjadi sangat rahasia. Penyebabnya adalah raasa
takut bahwa pengetahuan tersebut membahayakan bagi golongan, kelompok, atau
organisasi tertentu. Keadaan pernah di alami oleh beberapa pemikir hebat dari
masa lalu, seperti saat Galileo mengemukaan pengetahuan baru mengenai gerak
tata tatasurya yang mematahkan teori dari Copernicus. Ia lalu di ancam,
dipenjara dan disiksa untuk menarik lagi pernyataanya.
Walaupun
begitu, andaikan hal ini benar-benar terjadi, tenaga pemikiran manusia yang tak
tercapai akan tetap menemukan jalan keluar terlepas dari kesenangan yang
tersedia atau kekacauan yang melanda. Masih akan tetap terdapat para penemu,
peneliti dan pemikir, meskipun untuk beberapa abad mereka akan tampak eksentrik
seperti orang–orang suci yang jarang terdapat. Pada akhirnnya kelaliman juga
akan gagal. Tidaklah mungkin untuk menurunkan harkat kemanusiaan umat, beberapa
akan terlewat dan mereka akan berfikir, lebih mudah menghancurkan umat manusia
secara fisik, dengan senjata biologis maupun nuklir, dari pada menghancurkan
manusia secara mental. Selama manusia menetap di planet ini, tirani dan kekejaman
apapun akan dihadapi, manusia tetap dan harus tetap berfikir. Karena disebabkan
perjalanan pikiran inilah – Tidak sempurna, namun menakjubkan – yang membawa
menusia keluar dari kebiadaban menuju peradaban.(*)
(*)Yoga
Triono


0 komentar: