Kembangkan layar, MEA datang

22.56 lewatengah 0 Comments

Tahun 2015, Indonesia mengalami berbagai peristiwa yang menggemparkan, mulai dari jatuhnya pesawat Air Asia di Pangkalan Bun, Hingga ditetapkannya calon Kapolri tunggal sebagai tersangka, dimana peristiwa tersebut menjadi awal baru dari cerita lama cicak Vs Buaya, namun dengan pemain baru. Penetapan petinggi Polri tersebut "dibalas" dengan ditetapkannya ketua KPK Bambang Widjayanto sebagai tersangka oleh kepolisian, yang kemudian berturut-turut semua petinggi KPK di tersangkakan oleh polisi, Terakhir politisi senayan juga ambil bagaian dengan melakukan buka-bukaan terhadap gambar yang disinyalir mirip Abraham Samad bersama dengan sesosok wanita.

Tak kalah menarik adalah peristiwa yang akan terjadi pada bulan Desember mendatang, yaitu pemberlakuan MEA di Indonesia. MEA sendiri berawal dari KTT ASEAN ke -5 di Singapura pada tahun 1992, dimana dalam pertemuan tersebut ditandatangani framework Agreement on Enhancing ASEAN Economic Coorporation, sekaligus menandai dicanangkannya ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang kemudian berkembang menjadi seperti yang kita kenal saat ini yaitu masyarakat Ekonomi Asean (MEA), yang mana konsep ini sering dikatakan mirip dengan Uni Eropa. Sejak akhir tahun 2014 hingga awal tahun 2015 perbincangan mengenai MEA semakin menghangat, hal tersebut tidak terlepas dari kesiapan Indonesia dalam menghadapinya. Ada yang kemudian pesimis bahwa pemberlakukan MEA akan mengancam ekonomi Indonesia, ada juga yang mengatakan harus optimis dalam menghadapi MEA, dimana Pemerintah lebih condong pada pendapat kedua.

Sebagai penjelasan, MEA merupakan salah satu dari tiga pilar dalam mewujudkan ASEAN comunity. MEA merupakan pilar dalam bidang ekonomi, sedangkan pada bidang keamanan ada Masyarakat Politik Keamanan ASEAN, kemudian di bidang Sosial Budaya ada Masyarakat Sosial Budaya ASEAN. MEA Sendiri ingin membentuk integritas ekonomi di kawasan ASEAN. MEA memiliki 5 pilar utama, Aliran Bebas Barang, Aliran Bebas Jasa, Aliran bebas Investasi, Aliran bebas tenaga kerja terampil, dan aliran bebas Modal. Gagasannya adalah jika sektor-sektor ini diliberalisasikan secara penuh, sektor-sektor ini akan berintegrasi (menyatu). Anggota ASEAN akan mengembangkan keunggulan, sektor-sektor ini dengan menarik investasi dan perdagangan di dalam ASEAN.

Indonesia sebagai salah satu negara anggota ASEAN, mau-tidak mau harus mengikuti aturan main yang ditetapkan tersebut. Sebelum berbicara kesiapan, pertama adalah apakah potensi yang dimiliki oleh Indonesia dalam menghadapi MEA, potensi yang jelas adalah jumlah penduduk indonesia yang sangat banyak, hal ini bisa sangat berguna jika pasar dalam negeri sendiri bisa berjalan dengan baik, namun jika ekonomi dalam negeri sendiri tidak bisa bersaing, maka jumlah penduduk yang banyak di indonesia hanya akan menjadi pasar potensial bagi produk-produk dari negara lain.

Lantas potensi apa lagi yang dapat diandalkan oleh Indonesia. pada tahun 2008 Indonesia mulai melikir sektor ekonomi mikro, yaitu UMKM, hal ini karena pada tahun tersebut Indonesia berhasil lolos dari krisis karena kekuatan ekonomi mikro, bahkan beberapa tahun setelahnya ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh walaupun negara lain kesulitan. Namun jika berbicara ekonomi mikro maka penanganan sektor ini dari pemerintah harus dikuatkan, baik untuk kemudahan pemasaran, hingga kemudahan permodalan dan pendampingan. Jangan kemudian membanjiri pasar dengan barang-barang impor. Jenis usaha UMKM tidak setangguh jenis perusahaan besar yang memiliki modal yang besar, oleh karena itu perlu pproteksi dari pemerintah, agar UMKM tetap bisa berjalan dan bersaing.

Selain itu, sumber daya menusia juga perlu mendapatkan perhatian khusus. Jika rencana sudah baik, infratruktur juga sudah baik, namun tanpa didukung dengan sumber daya manusia yang baik maka tidak akan berjalan dengan semestinya. Masih ada waktu hingga akhir tahun bagi pemerintah untuk menyiapkan segala sesuatu untuk menghadapi MEA. Jangan kemudian berkata siap namun nekad tanpa persiapan.(*)
(*)Yoga Triono

You Might Also Like

0 komentar: