Menjangan Paradiso
Kali ini izinkan saya menuliskan salah satu sudut saja,
hanya salah satu sudut dari pulau yang dijuluki Pulau Dewata ini. Sudut itu bernama Pulau Menjangan, tepatnya
berada di Bali Barat. Jika anda datang dari pelabuhan Gilimanuk, bertanyalah
kepada orang dipelabuhan, maka niscaya semua orang yang sudah mengenal
keindahan Pulau Menjangan akan menunjukan arah jalannya. Saya sendiri datang
dari arah Kota Singaraja, dari Singaraja hingga ke lokasi awal penyebrangan
memakan waktu 1,5 jam. Kebetulan saya diajak oleh kawan saya, seorang guide
Pulau Menjangan, Pak Komang. Sekedar Informasi, Pak Komang konon sudah 15 tahun
menjadi Tourist Guide. Bayangkan, 15 tahun, kalau dalam teori perkembangan
manusia, maka Pak Komang Ini sudah puber menjadi guide, sudah mencicipi asam
garam dunia Guiding.
Pagi itu, sebelum pukul 9.00 saya sudah sampai di
kediaman Pak Komang, di Sumberkima. Sumberkima adalah salah satu desa di
Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Setelah menunggu beberapa turis dari
Amerika, sekitar pukul 9.30 kami
berangkat menuju pantai tempat penyebrangan. Jaraknya hanya selemparan batu dari
belakang rumah Pak Komang. Dari lokasi pemberangkatan menuju Pulau Menjangan
ditempuh dengan perahu motor memerlukan waktu kurang lebih 30 menit. Perahu motor yang kami naiki melaju dengan
tenang dan pasti, tidak terlalu ngebut, juga tidak terlalu pelan. Karena dengan
kecepatan yang sesuai, maka para penumpang bisa menikmati indahnya laut utara
Pulau Bali. Karena memang harus diakui bahwa laut di Pulau Bali memang bersih
dan bagus.
Singkat cerita sampailah kami di lokasi pertama untuk
snorkeling. Kata Pak Komang ada beberapa lokasi yang bagus di sekitar Pulau
Menjangan yang biasanya digunakan oleh turis untuk melakukan snorkeling. Hal
pertama yang terlintas dalam benak saya ketika melihat lokasi tersebut adalah.
“Gila, Jernih sekali airnya”. Serius, airnya jernih sekali, bahkan lebih jernih
dari air mata buaya cabe-cabean. Dengan melongok dari atas perahu boat, kita
bisa melihat ikan, terumbu karang, dan segala isi lautan. Dan tahu yang lebih
gila, kata Pak Komang, laut pada saat itu belum terlalu jernih, artinya bisa
lebih jernih lagi dari ini. Sungguh, kadang cara kerja Tuhan pada dunia sungguh
luar biasa.
Pak Komang mulai memberikan penjelasan mengenai lokasi
tersebut dan menyiapkan perlatan snorkeling bagi turis dari Amerika. Setelah turis tersebut masuk ke air, giliran
saya untuk siap-siap masuk ke air. Jujur saja, ini adalah pengalaman pertama
saya melakukan snorkeling, rasa deg deg ser menyerbu sekujur tubuh saya. Namun
melihat keindahan terumbu karang dan ikan di bawah sana, saya singkirkan rasa
deg deg ser saya. Saya mantapkan hati.
“Byuur…!!!” Suara air laut saat saya meloncat dari perahu
boat dengan peralatan snorkeling dan sepatu kataknya. Maklum badan saya agak
besar jadi suara deburan airnya lumayan. Sesekali air laut tertelan, rasa asin
menggelayuti rongga mulut saya. Namun setelah berhasil menyesuaikan diri dengan
peralatan dan arus lautnya. Saya menikmati keindahan laut Pulau Menjangan, ribuan jenis ikan, warna
warni, mulai dari yang hijau, coklat, biru, banyak sekali (maaf saya tidak bisa
menyebutkan jenis ikannya, terlalu banyak untuk disebutkan).
Dengan air yang jernih, semua isi lautan bisa dilihat,
keindahan terumbu karang yang luar biasa, gerombolan ikan berenang dalam
formasi yang sangat cantik. Begini, untuk bisa membayangkan apa yang saya
saksikan di laut Pulau Menjangan. Silahkan membayangkan sebuah aquarium yang
mahal, besar, dan cantik. Dengan terumbu karang yang banyak dan bermacam-macam,
serta ratusan jenis ikan. Lalu anda masuk keaquarium tersebut, itu agar anda
lebih mudah untuk membayangkan. Namun ketika anda benar-benar masuk kebawah
laut Pulau Menjangan, saya pastikan, apa yang anda bayangkan tadi tidak ada
apa-apanya.
Saya tidak tahu persis berapa waktu yang saya habiskan
untuk bermain-main bersama ikan di bawah laut Pulau Menjangan. Setelah merasa
cukup lelah, kami kembali naik keatas perahu boat, lalu melanjutkan ke lokasi
kedua. Di lokasi ini keindahan bawah lautnya masih tidak kalah dengan lokasi
pertama. Setiap saya bergerak di dalam air, ikan-ikan kecil selalu mengerubungi
saya-mungkin saya dikira induk mereka, atau mereka pikir saya adalah ikan
paus-. Lebih dari satu jam menjalajah ditemani berbagai ikan kecil itu, saya
memutuskan untuk naik.
Setelah semua merasa cukup puas dengan acara snorkeling
ini, perahu boat kami putar, lalu kami pulang, sepanjang perjalanan pulang,
saya mendengar dua turis Amerika itu terus-terusan saja berkata. “This is
amazing”, “I never see like this before”. “It’s wonderful, so many kind of
fish, very beautiful”. Sedangkan saya tidak berkata apa-apa selama perjalanan
pulang, karena angan saya masih bersama ikan-ikan kecil tadi. Namun dalam hati
saya berkata “Pak Komang, kapan ajak saya snorkeling lagi?”.
Ah.. Benar – benar Paradiso.
NB: Bagi anda yang datang ke Pulau Menjangan, dan
snorkeling disana. Jangan pernah berdiri diatas terumbu karang, karena bisa
rusak. Dan paling penting, JANGAN BUANG SAMPAH. (*)
(*)Yoga Triono



0 komentar: