Menjangan Paradiso

19.16 lewatengah 0 Comments

Sungguh sangat tidak bisa disangkal lagi, bahwa Pulau Bali merupakan sebuah pulau yang sangat kaya akan destinasi wisata. Mulai dari pantai-pantainya yang luas, bersih, indah, dimana sebuah Sunrise dan Sunset merupakan makanan pembuka dan penutup yang biasa ditawarkan oleh pantai-pantai tersebut. Ada juga wisata kultur, wisata budaya, serta berbagai sudut pulau yang begitu menawan. 


Kali ini izinkan saya menuliskan salah satu sudut saja, hanya salah satu sudut dari pulau yang dijuluki Pulau Dewata ini.  Sudut itu bernama Pulau Menjangan, tepatnya berada di Bali Barat. Jika anda datang dari pelabuhan Gilimanuk, bertanyalah kepada orang dipelabuhan, maka niscaya semua orang yang sudah mengenal keindahan Pulau Menjangan akan menunjukan arah jalannya. Saya sendiri datang dari arah Kota Singaraja, dari Singaraja hingga ke lokasi awal penyebrangan memakan waktu 1,5 jam. Kebetulan saya diajak oleh kawan saya, seorang guide Pulau Menjangan, Pak Komang. Sekedar Informasi, Pak Komang konon sudah 15 tahun menjadi Tourist Guide. Bayangkan, 15 tahun, kalau dalam teori perkembangan manusia, maka Pak Komang Ini sudah puber menjadi guide, sudah mencicipi asam garam dunia Guiding.

Pagi itu, sebelum pukul 9.00 saya sudah sampai di kediaman Pak Komang, di Sumberkima. Sumberkima adalah salah satu desa di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Setelah menunggu beberapa turis dari Amerika, sekitar pukul 9.30  kami berangkat menuju pantai tempat penyebrangan. Jaraknya hanya selemparan batu dari belakang rumah Pak Komang. Dari lokasi pemberangkatan menuju Pulau Menjangan ditempuh dengan perahu motor memerlukan waktu kurang lebih 30 menit.  Perahu motor yang kami naiki melaju dengan tenang dan pasti, tidak terlalu ngebut, juga tidak terlalu pelan. Karena dengan kecepatan yang sesuai, maka para penumpang bisa menikmati indahnya laut utara Pulau Bali. Karena memang harus diakui bahwa laut di Pulau Bali memang bersih dan bagus.


Sebelum njebur, mari gaya dulu...

Singkat cerita sampailah kami di lokasi pertama untuk snorkeling. Kata Pak Komang ada beberapa lokasi yang bagus di sekitar Pulau Menjangan yang biasanya digunakan oleh turis untuk melakukan snorkeling. Hal pertama yang terlintas dalam benak saya ketika melihat lokasi tersebut adalah. “Gila, Jernih sekali airnya”. Serius, airnya jernih sekali, bahkan lebih jernih dari air mata buaya cabe-cabean. Dengan melongok dari atas perahu boat, kita bisa melihat ikan, terumbu karang, dan segala isi lautan. Dan tahu yang lebih gila, kata Pak Komang, laut pada saat itu belum terlalu jernih, artinya bisa lebih jernih lagi dari ini. Sungguh, kadang cara kerja Tuhan pada dunia sungguh luar biasa. 

Pak Komang mulai memberikan penjelasan mengenai lokasi tersebut dan menyiapkan perlatan snorkeling bagi turis dari Amerika.  Setelah turis tersebut masuk ke air, giliran saya untuk siap-siap masuk ke air. Jujur saja, ini adalah pengalaman pertama saya melakukan snorkeling, rasa deg deg ser menyerbu sekujur tubuh saya. Namun melihat keindahan terumbu karang dan ikan di bawah sana, saya singkirkan rasa deg deg ser saya. Saya mantapkan hati.

“Byuur…!!!” Suara air laut saat saya meloncat dari perahu boat dengan peralatan snorkeling dan sepatu kataknya. Maklum badan saya agak besar jadi suara deburan airnya lumayan. Sesekali air laut tertelan, rasa asin menggelayuti rongga mulut saya. Namun setelah berhasil menyesuaikan diri dengan peralatan dan arus lautnya. Saya menikmati keindahan laut  Pulau Menjangan, ribuan jenis ikan, warna warni, mulai dari yang hijau, coklat, biru, banyak sekali (maaf saya tidak bisa menyebutkan jenis ikannya, terlalu banyak untuk disebutkan). 

Dengan air yang jernih, semua isi lautan bisa dilihat, keindahan terumbu karang yang luar biasa, gerombolan ikan berenang dalam formasi yang sangat cantik. Begini, untuk bisa membayangkan apa yang saya saksikan di laut Pulau Menjangan. Silahkan membayangkan sebuah aquarium yang mahal, besar, dan cantik. Dengan terumbu karang yang banyak dan bermacam-macam, serta ratusan jenis ikan. Lalu anda masuk keaquarium tersebut, itu agar anda lebih mudah untuk membayangkan. Namun ketika anda benar-benar masuk kebawah laut Pulau Menjangan, saya pastikan, apa yang anda bayangkan tadi tidak ada apa-apanya. 

sekali jempol tetap jempol

Saya tidak tahu persis berapa waktu yang saya habiskan untuk bermain-main bersama ikan di bawah laut Pulau Menjangan. Setelah merasa cukup lelah, kami kembali naik keatas perahu boat, lalu melanjutkan ke lokasi kedua. Di lokasi ini keindahan bawah lautnya masih tidak kalah dengan lokasi pertama. Setiap saya bergerak di dalam air, ikan-ikan kecil selalu mengerubungi saya-mungkin saya dikira induk mereka, atau mereka pikir saya adalah ikan paus-. Lebih dari satu jam menjalajah ditemani berbagai ikan kecil itu, saya memutuskan untuk naik. 

Setelah semua merasa cukup puas dengan acara snorkeling ini, perahu boat kami putar, lalu kami pulang, sepanjang perjalanan pulang, saya mendengar dua turis Amerika itu terus-terusan saja berkata. “This is amazing”, “I never see like this before”. “It’s wonderful, so many kind of fish, very beautiful”. Sedangkan saya tidak berkata apa-apa selama perjalanan pulang, karena angan saya masih bersama ikan-ikan kecil tadi. Namun dalam hati saya berkata “Pak Komang, kapan ajak saya snorkeling lagi?”.
Ah.. Benar – benar Paradiso.

NB: Bagi anda yang datang ke Pulau Menjangan, dan snorkeling disana. Jangan pernah berdiri diatas terumbu karang, karena bisa rusak. Dan paling penting, JANGAN BUANG SAMPAH. (*)
(*)Yoga Triono 




You Might Also Like

0 komentar: