Mixed Methods & Creswell (Sebuah Kritik)

01.06 lewatengah 0 Comments

Kita ketahui bahwa ada dua paradigma penelitian yang sering dipakai oleh para peneliti, yaitu paradigma penelitian kualitatif dan paradigma penelitian kuantitatif. Kedua paradigma ini bukanlah paradigma yang berjalan beriringan. Kualitatif dan kuantitatif adalah dua arah mata angin yang saling berlawanan. Yang satu ke utara yang satu ke selatan, atau yang satu ke barat dan yang satu ke timur. Perumpamaan tadi dalam ruang geometri Euclid sehingga akan tidak mungkin menemukan titik pertemuannya. Salah seorang Profesor saya menceritakan sebuah kisah mengenai pertentangan kedua paradigma ini. Syahdan, dalam sebuah konferensi ada dua orang ahli, yaitu seorang peneliti kualitatif tulen dan seorang kuantitatif yang kaffah. Dalam seminar tersebut mereka diberi suatu pertanyaan sederhana. “Apakah novel bisa dikategorikan sebagai disertasi?”. Kedua ahli ini berdebat dengan argumennya masing masing. Bagi peneliti kualitatif tentu saja novel bisa dijadikan disertasi. Namun bagi orang kuantitatif hal tersebut sebuah ketidakmungkinan. Perdebatan ini tidak bisa menemukan kebenaran. Argumen-argumen yang dilemparkan kedua ahli tersebut semuanya benar. Oleh karena itu, paradigma kualitatif dan kuantitatif disebut sebagai paradigma pertentangan. 

Kualitatif adalah sebuah antitesis dari kuantitatif, seperti halnya air dana api, hanya saja kedua paradigma ini tidak bisa saling meniadakan satu sama lain. Mereka hanya bisa mengklaim kebenaran-kebenaran, serta berkompetisi mengenai siapa yang lebih unggul diantara keduanya. Para peneliti kuantitatif menguji teori-teori yang ada dari penelitian lapangan, menunjukan hubungan antar variable, menguji teori, dan generalisasi yang mempunyai nilai prediktif. Keterlibatkan statistik dalam penelitian kuantitatif juga menjadi dasar klaim objektifitas sebuah penelitian. Disisi lain peneliti kualitatif mendaku lebih baik, karena penelitian yang dilakukan adalah penelitian Grounded Theory, menemukan hubungan-hubungan yang bersifat interaktif, menjelaskan fenomena-fenomena dimasyarakat agar lebih jelas dipahami. Menggambarkan realitas yang komplek menjadi sebuah pemahaman yang bermakna. Kedua paradigma ini semakin terpisah satu sama lain. walaupun tentu keduanya memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing.

Lalu muncul Creswell dengan Mixed Method-nya. Yang dikatakan sebagai penyambung yang berusaha mengawinkan kualitatif dan kuantatif. Namun, tanpa mengurangi rasa hormat dan kagum saya dengan Creswell, saya ingin sedikit kurang ajar. Bagi saya Mixed Method bukanlah sebuah “perkawinan” kualitatif dan kuantitatif. Mengapa demikian?. Penjelasannya adalah demikian: Penelitian adalah sebuah upaya utuk mencari kebenaran melalui cara-cara tertentu. Dasar pemikiran menjadi penting untuk melakukan sebuah penelitian. Penelitian kualitatif memiliki dasar pemikiran atau cara pendang kualitatif, penelitian kuantitatif memiliki cara pandang kuantitatif. Sedangkan Mixed Method tidak memiliki dasar paradigma yang jelas. Dan bagaimana mungkin mengawinkan paradigma yang sudah seperti air dan api itu.

Dalam Mixed Method Creswell membagi design penelitian Mixed Method menjadi 4 buah berdasar pada urutan penggunaan metodenya. yang pertama adalah berdasarkan urutannya. Yaitu Explanatory, dimana dalam design ini dalam pengumpulan datanya didominasi oleh kuantitatif, sedangkan kualitatif digunakan sebagai penguat dari hasil kuantitatif. Kemudian ada Exploratory, design ini sama dengan Explanatory, hanya saja dibalik antara kualitatif dan kuantitatif. Yang kedua berdasarkan campurannya, dimana kualitatif dsan kuantitatif dilakukan bersamaan, serta membedakan bobot metodenya. Menurut kategorinya ada dua design, yaitu Triangulasi dan Embedded. Jika diperhatikan keempat design tersebut hanya berkutat pada tahapan pengambilan data, analisis data, dan interpretasi data. Namun tidak menyentuh pada tataran teori dan filosofis. Sederhananya, apa yang dilakukan oleh Mixed Method hanyalah menambahkan teknik-teknik pengumpulan data yang lain pada suatu penelitian. Sebagai contoh: Pada design Explanatory, pada dasarnya ruhnya adalah sebuah penelitian kuantitatif, hanya kemudian digunakan cara-cara kualitatif untuk memperdalam hasil penelitiannya. Begitupun dengan Exploratory, yang sebenarnya adalah penelitian kuallitatif yang memerlukan teknik kuantitatif untuk melengkapi.  Lalu bagaimana dengan Triangulasi dan Embedded, mereka tidak jauh berbeda. Karena yang dilakukan Mixed Method praktis hanya pada teknik pengumpulan data, analisi data, dan interpretasi. Padahal seperti sudah dibicarakan tadi, bahwa penelitian itu bukan hanya tiga hal tersebut. Jika demikian, lalu apa bedanya dengan teknik Triangulasi pada penelitian kualitatif. Sampai disini, sebenarnya Mixed Method tidak terlalu diperlukan dalam penelitian.

Seperti yang dikatakan, bahwa kegiatan meneliti adalah kegiatan untuk mengungkap sebuah kebenaran. Dan untuk memahami kebenaran yang dihasilkan suatu penelitian, diperlukan cara pandang penelitian itu sendiri. Anda tidak bisa memandang kebenenaran hasil penelitian kuantitatif dengan menggunakan cara pandang kualitatif. Begitupun hasil penelitian kualitatif tidak bisa dipandang dalam koridor pemikiran kuantitatif. Hasil penelitian kuantitatif adalah hasil yang bisa digeneralisir  pada populasi penelitian. Artinya hasil tersebut berlaku untuk semua individu dalam populasi. Sedangkan hasil penelitian kualitatif bersifat sempit, kebenaran yang diungkap tidak bisa digeneralisasi. Dua hal yang bertolak belakang. Lalu bagaimana dengan hasil penelitian Mixed Method?, apakah kemudian dijawab demikian?: jika yang dominan adalah kuantitatif maka hasilnya bisa digeneralisasi, sedangkan jika yang dominan adalah kualitatif maka tidak bisa. Kalau begitu, tidak perlu disebut sebagai penelitian Mixed Method, sebut saja itu penelitian kualitatif atau kuantitatif saja, dengan teknik pengumpulan data Triangulasi. Creswell mungkin memiliki niat yang mulia agar kualitatif dan kuantitatif tidak semakin bersebrangan, namun teori Mixed Method-nya ternyata juga tdak mampu untuk mengawinkannnya. Sudahlah pak Creswell, terkadang segala sesuatu sebaiknya tidak harus bersatu. Biarkan saja kuantitatif menjadi kuantitatif. Dan biarkan saja kualitatif menjadi kualitatif. Anda tidak bisa menggabungkan minyak dan air untuk membuat cairan baru.(*) 

You Might Also Like

0 komentar: