Gumamku

10.48 lewatengah 0 Comments


Plateu. Dalam diet ada istilah yang dinamakan plateu. Kondisi ini adalah kondisi dimana tubuh menjadi terbiasa mendapatkan asupan kalori yang sidikit. Sehingga sistem metabolisme melambat menyesuaikan jumlah kalori yang masuk. Alhasil, lemak yang ada dalam tubuh tidak terbakar. Cara mengatasi hal ini adalah dengan mengembalikan kondisi tubuh seperti pada kondisi sebelum diet. Hal ini agar metabolisme kembali naik. Dalam keseharian kita juga kadang seperti itu. Merindukanmu juga lama-lama jadi membiasa dan tidak memiliki getar kembali untuk berbangga bahwa aku adalah pejuang rindu.

Pejuang rindu yang paripurna kadang justru lupa apa yang dirindukan, siapa yang dirindukan, bagaimana bisa merindukannya. Pejuang rindu yang paripurna juga tidak peduli apakah puisi-puisi yang selama ini disusunnya menyesap dalam hati sang pujaan.

Aku? Aku belum se-paripurna itu. Aku masih ingat betul pertemuan pertama mata kita siang itu. Kau tersenyum menanyakan apakah aku sudah makan siang. Dan aku tanpa sadar tak bereaksi hanya memandang mata indahmu. “Eh,, sudah, kamu sudah?” kataku pada waktu itu terbata-bata. Aku juga masih ingat kebodohanku saat aku ingin sekali memiliki gambarmu. Dan tanpa kusadari flash kamera bersinar saat aku mencoba memotretmu. Tentu saja kau menyadari bahwa aku sedang memotretmu. Malu, sudah pasti. Namun aku bisa apa. Aku hanya tidak tahu bagaimana mengatakan bahwa kau sudah bersemayam di kalbu.

Namun itu hanya fatamorgana. Hanya efek slow motion jika dalam sebuah film.  Aku tau dalam benakmu itu semua tidak sesepecial yang kurasakan. Siang itu hanya sebuah siang yang sama dengan siang-siang lainnya. Dan tidak papa,  bagi penikmat keindahan sepertiku. Melihat indah bola matamu saja cukup untuk menambah stok rinduku.

Cita-citaku sederhana, menjadi seseorang yang kau cari ketika dunia mengecewakanmu. Memberikan pundak untuk setiap gontai kesedihanmu, dan menyediakan tissue kecil saat linang air matamu mengalir. Aku ingin menjadi orang yang akan selalu bilang “Tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja” lalu mencoba melucu demi memunculkan kembali senyummu yang ditelan dunia. Ah, khas pujangga.

Lalu apakah aku tidak ingin memilikimu? Tentu saja aku ingin memilikimu. Kalau bisa tak kubiarkan dunia melihatmu. Hanya aku yang boleh melihat keindahanmu. Namun aku sudah banyak mendapati bahwa kehilangan sesuatu yang begitu ingin kita miliki itu begitu menyakitkan. Dan kali ini aku tidak ingin itu tejadi pada cerita ini. Lagi pula kau ini kan bukan piala yang harus kukejar lalu kudapatkan dan bersaing dengan laki-laki lain, lalu kupamerkan sebagai keberhasilanku. Aku tidak sampai hati memperlakukanmu seperti itu. Percayalah.

Namun aku hanya meminta satu hal saja darimu, cukup satu. Izinkan aku berjuang untukmu. Bukan untuk memilikimu, namun justru untuk menjadikanku pantas untuk kelak jika kau ingin mempunyai partner dalam hidupmu, aku ada dalam baris nomor satu. Ini tidak akan rumit, tetapi juga menjadi sangat sulit. Sebab bukanlah cinta bila benar-benar sederhana, dan bukanlah hati bila ketenangannya tidak menimbulkan tanya.

Itulah semua gumamku!

You Might Also Like

0 komentar: